POSMETRO.ID, PRABUMULIH – Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril S.Kom., M.M., menghadiri sekaligus menjadi pembina upacara pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMK PGRI 1 Prabumulih. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Darmadi S.Pd., M.Si.
Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Prabumulih menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan MPLS yang mengedepankan pembinaan karakter, pengenalan lingkungan sekolah, serta menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik baru.
Di hadapan ratusan siswa baru, guru, dan tenaga kependidikan, Franky Nasril menegaskan bahwa MPLS harus menjadi momentum positif bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, bukan ajang perpeloncoan maupun tindakan yang dapat merugikan siswa.
Menurutnya, paradigma lama yang identik dengan perpeloncoan sudah harus ditinggalkan dan digantikan dengan kegiatan yang membangun karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan belajar.
"MPLS Ramah ini bukan ajang perpeloncoan. Ini adalah masa perkenalan. Kenali sekolahmu, kenali gurumu, kenali temanmu, dan yang paling penting kenali potensi dirimu sendiri," tegas Franky.
Dalam amanatnya, Franky menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh peserta didik sebagai bekal selama menempuh pendidikan di SMK PGRI 1 Prabumulih.
Pesan pertama, ia mengajak siswa menjadikan sekolah sebagai rumah kedua. Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter, mengembangkan keterampilan, membangun kepribadian, serta belajar menghargai perbedaan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama siswa maupun para guru serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan saling menghormati.
Franky menegaskan tidak boleh ada ruang bagi praktik perundungan (bullying), kekerasan dalam bentuk apa pun, maupun penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.
"Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan. Tolak segala bentuk perundungan, kekerasan, dan penyalahgunaan narkoba karena semuanya dapat merusak masa depan generasi muda," ujarnya.
Pesan kedua berkaitan dengan pentingnya membangun disiplin dan karakter sejak dini. Menurut Franky, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut siap memasuki dunia kerja, menjadi wirausahawan, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Karena itu, kemampuan akademik saja dinilai belum cukup. Dunia kerja juga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki integritas, etika, tanggung jawab, dan kedisiplinan.
"Kedisiplinan adalah modal penting untuk meraih kesuksesan. Lulusan SMK harus siap memasuki dunia kerja, mampu berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," katanya.
Ia menambahkan, karakter yang baik akan menjadi nilai tambah bagi lulusan SMK dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Sementara itu, pesan ketiga menekankan pentingnya semangat berprestasi sekaligus berkontribusi bagi pembangunan Kota Prabumulih.
Franky mengatakan Pemerintah Kota Prabumulih terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program dan kebijakan. Ia berharap para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan belajar sungguh-sungguh dan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki.
Selain mengejar prestasi akademik, para siswa juga didorong aktif dalam kegiatan nonakademik, seperti olahraga, seni, organisasi, maupun kompetisi keterampilan.
Menurutnya, pengalaman dan prestasi yang diraih selama di bangku sekolah akan menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan sekaligus menjadi generasi muda yang mampu membawa kemajuan bagi Kota Prabumulih.
