POSMETRO.ID | PRABUMULIH — Ada yang berbeda di langit Prabumulih, Senin (21/9/2026) sore.
Setelah lebih dari empat bulan akrab dengan panas, debu dan tanah kering dan asap kebakaran lahan, warga akhirnya kembali mendengar suara yang lama dirindukan: rintik hujan.
Sekitar pukul 17.22 WIB, hujan dengan intensitas lebat turun di kawasan Cambai hingga sekitar Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih.
Air yang jatuh dari langit seolah menjadi jeda setelah panjangnya hari-hari kemarau. Jalan yang sebelumnya kering mulai basah. Udara yang sejak siang terasa panas dan berkabut asap perlahan berubah sejuk.
Bagi sebagian orang, hujan sore itu mungkin hanya peristiwa biasa. Namun setelah berbulan-bulan tanpa guyuran berarti, hujan kali ini terasa berbeda.
Ada wajah-wajah yang menengadah ke langit. Ada pula yang memilih berdiri di teras, membiarkan suara hujan mengisi sore.
Prabumulih akhirnya basah lagi.
Empat bulan lebih kemarau telah membuat hujan menjadi sesuatu yang bukan sekadar ditunggu, tetapi dirindukan.
Guyuran sore itu juga membawa harapan. Semoga bukan sekadar hujan singgah, melainkan tanda bahwa langit mulai membuka pintunya untuk bumi Prabumulih.
Apakah ini menjadi awal berakhirnya kemarau panjang?
Warga tentu berharap demikian.
Setidaknya sore ini, setelah sekian lama, Prabumulih kembali mencium aroma tanah basah.
