PRABUMULIH, PP - Informasi terbaru penanganan sumur blowout di Talang Jimar Kelurahan Sukaraja Kota Prabumulih belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian. Berbagai upaya pencarian opsi cara penanganan masih terus dilakukan guna menekan semburan gas yang ditimbulkan oleh sumur pasca blowout beberapa waktu lalu.
PT.Pertamina EP pada rilisnya melalui surat elektronik kepada portal ini seputar penanganan sumur blowout Talang Jimar mengungkapkan bahwa, saatt ini PT.Pertamina EP Region Sumatra tengah siapkan berbagai opsi untuk killing sumur TLJ 25 INF, diantaranya adalah penggunaan sumur TLJ 157 untuk dilakukan pemboran miring atau perforasi pada lapisan layer / lithology yang sama ke pusat kick di sumur TLJ 25 INF. Program perforasi gas dari TLJ-157 ini akan dilakukan pada interval kedalaman 292-304 meter.
Hal ini merupakan upaya lanjutan yang dilakukan untuk mengurangi tekanan gas yang keluar dari sumur TLJ 25 INF, yang selanjutnya secara simultan dilakukan injeksi lumpur berat dengan SG 1,9 untuk mematikan kick. Progress pekerjaan persiapan sumur TLJ 157 telah mencapai 85%, sehingga direncanakan program venting gas melalui TLJ 157 dapat dilaksanakan paling cepat pada hari Rabu (10/04).
Upaya yang terus dilakukan Pertamina EP saat ini adalah mengurai tekanan gas yang keluar dengan cara simulasi injeksi “water jetting” yaitu dengan menyemprot air dengan tekanan tinggi untuk mengurangi efek kick dari bawah, dan dilakukan lubrikasi secara terus menerus pada sumur TLJ 25 INF tersebut.
Lebih lanjut berdasarkan hasil pemantauan udara yang dilakukan tim Pertamina EP didapati bahwa Gas pada radius 300 – 500 dalam status aman sehingga masyarakat yang berada pada radius tersebut diperbolehkan untuk beraktivitas seperti biasa. Sementara untuk tingkat kebisingan pada radius yang sama menunjukkan tren penurunan dengan angka kebisingan sekitar 60 sampai dengan 80 desibel.
Sementara itu, kondisi mayoritas warga dalam penampungan terpantau dalam keadaan sehat, dan berdasarkan data kunjungan ke posko kesehatan ada beberapa keluhan warga seperti sakit kepala, gatal-gatal dan diare namun demikian semua keluhan telah ditangani oleh tim medis Pertamina EP Asset 2 Field Prabumulih yang standby 24 jam di posko kesehatan.
Guna menjaga psikologis warga selama dalam lokasi penampungan, diadakan kegiatan yang bersifat menghibur seperti tausiyah agama, layar tancap, lomba untuk anak – anak dan bimbingan belajar bagi anak – anak dengan usia sekolah.
Sejauh ini pemerintah kelurahan Sukaraja dan Majasari sebagai wilayah terdampak memberikan apresiasi melalui surat ucapan terima kasih kepada Pertamina EP atas upaya penanganan dan kepedulian yang diberikan kepada warga selama masa penanganan. (PEP/pp/red)
Artikel Terkait :
