MANGGA BESAR, PP - Menumpuknya sampah di Jalan Mangga Baru , Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara di sebelah kanan badan jalan aspal pas di simpang tiga Jalan Arimbi yakni yang menghubungkan Complex Perumahan Pegawai Penjara(CPJ) dan Kampung Taman Baka Kecamatan Prabumulih Timur, membuat pandangan mata yang melihat di jalan tersebut baik itu bagi pengguna pejalan kaki dan yang menggunakan kendaraan roda dua dan empat merasa jijik dan harus menutup hidung karena bau busuk yang menyengat.
Fery (38) warga setempat mengatakan, akibat sampah yang berserakan di pinggir badan jalan aspal ini kami sangat resah. “Sebab bau sampah itu sangat mengganggu sekali, apalagi pada saat musim hujan, sampah tersebut sampai makan setengah jalan," ujarnya kepada Posmetro Prabu.
Dilanjutkan Fery, yang membuang sampah di pinggir badan jalan ini merupakan masyarakat yang berdomisili disini juga di samping itu juga ada juga warga lainya yang membuang sampah dengan melempar dari atas kendaraan, ungkapnya.
Dijelaskanya lebih jauh lagi, memang ada motor pengangkut sampah dari kelurahan Mangga Besar , akan tetapi untuk mengambil sampah hanya berjalan beberapa hari saja artinya tidak tiap hari sebab petugas di Kelurahan di sini jarang mengambil sampah yang menumpuk di jalan ini sehingga dari hari kehari sampah semakin menumpuk dan membusuk. Terkadang juga ada bangkai binatang di buang di sini seperti bangkai anjing dan lainya. "Ironisnya, ketika pengendara lewat di jalan ini baik itu warga sini dan warga lainya harus menutup hidung mereka karena bau yang menyengat," ujar Fery
Dari tempat terpisah , Lurah Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara, Joni Panhar ST saat di konfirmasi diruangan kerjanya ( 30/5) Kamis Siang mengatakan terkait menumpuknya volume sampah yang berserakan di pinggir badan jalan aspal dan di dalam paret merupakan kurangnya kesadaran masyarakat sekitar dan masyarakat lainya untuk membuang sampah pada tempatnya padahal sudah sering di himbau untuk tidak membuang sampah di Jalan tersebut.
Di samping itu juga memang belum adanya tempat pembuangan sampah (TPS) bagi masyarakat sekitar jadi warga sembarangan membuang sampah tanpa memikirkan dampak lingkungan sekitar sehingga bisa membuat pencemaran polusi udara, ungkap Joni Panhar
Ia menambahkan di Kelurahan ini cuma ada satu armada motor pengangkut sampah sedangkan di Kelurahan Mangga Besar ini ada 12 RW. "Jadi bisa di bayangkan tidak akan mampu setiap harinya petugas untuk mengangkut sampah tiap warga. Kita sudah mengajukan ke Pemkot Prabumulih melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk membantu beberapa unit armada motor sampah lagi agar kinerja kita di lurah ini dapat maksimal untuk membersihkan sampah dan untuk antisipasi agar warga tidak membuang sampah di Jalan tersebut akan kita tulis Plang dengan tulisan jangan membuang sampah di sini dan akan terus di adakan sosialisasi dengan warga sekitar agar mereka tidak lagi membuang sampah sembarangan," terang Joni Panhar menutup pembicaraan(bmg)