PRABUMULIH, PP - Rahmat (11), seorang bocah SD warga Jalan Sakura, Gang
Sedap Malam RT 03 RW 03, Kelurahan Karang Raja, Kecamatan Prabumulih
Timur, ditemukan tewas tenggelam di dasar sungai.
Murid kelas 5 SDN 39 Prabumulih tersebut ditemukan tak bernyawa lagi di dasar sungai Kububetung yang merupakan anak sungai Kelekar, pada Minggu (29/09/2013), sekitar pukul 19.00 wib.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebelum ditemukan tewas, Rahmat diketahui pergi ke kawasan sungai Kububetung tersebut bersama dengan teman-teman sebayanya untuk berenang.
Awalnya saat korban dan teman-temannya asyik berenang di lokasi tersebut tidak ada masalah. Namun, diduga lantaran tidak terlalu lincah berenang, korban pun berenang menuju ketengah sungai, dan akhirnya tenggelam kedasar sungai.
Teman-teman korban yang saat itu tidak melihat korban pun langsung curiga lantaran korban tidak meuncul kepermukaan sungai dalam waktu sekian lama. Mereka pun meneriaki korban dan berusaha mencari korban dengan menyusuri anak sungai tersebut, karena ketakutan mereka pun melaporkan peristiwa tersebut kepada warga sekitar.
Warga yang saat itu mengetahui informasi tersebut langsung melaporkan kepada kedua orang tua korban. Keluarga korban yang dibantu oleh beberapa warga lainnya langsung menyusuri dan menyelami anak sungai tersebut untuk mencari korban.
Setelah sekian lama, akhirnya salah satu warga yang ikut mencari korban tersebut berhasil menemukan korban dalam keadaan posisi tertelungkup di dasar sungai. Korban ditemukan sekitar 3 meter dari lokasi tempat korban dan teman-temannya berenang yang saat itu mengenakan baju kaos bola warna kuning dan celana pramuka pendek.
Korban pun langsung dilarikan oleh warga ke RSUD Prabumulih, namun sayang nyawa korban sudah tidak ada. Petugas medis menyatakan kalau korban Rahmat sudah dalam keadaan meninggal.
“Informasinyo dio itu berenang disungai Kububetung itu samo kawan-kawannyo, mungkin dio kurang lihai berenang dan akhirnyo tenggelam sampai kedasar sungai. Setelah kami nemuke korban, dio langsung dilarike ke rumah sakit, tapi dak taunyo korban itu sudah dak benyawo lagi,” ungkap Supri (40), warga Jalan Sakura, Kelurahan Karang Raja, Kecamatan Prabumulih Timur yang menemukan korban saat itu.
Menurut Supri, kondisi air di sungai Kububetung yang mengalir ke sungai Kelekar tersebut saat itu arusnya tidak terlalu deras, namun debit air dalam keadaan pasang atau naik lantaran air sungai Kelekar meluap dan mengakibatkan banjir.
“Memang dikawasan Karang Rajo ini banjir, dan banyu disungai Kububetung itu lagi naek, tapi arusnyo idak pulok deras, kalo arusnyo deras mungkin korban itu lah jauh teseret oleh banyu,” tuturnya. (dino)
Murid kelas 5 SDN 39 Prabumulih tersebut ditemukan tak bernyawa lagi di dasar sungai Kububetung yang merupakan anak sungai Kelekar, pada Minggu (29/09/2013), sekitar pukul 19.00 wib.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebelum ditemukan tewas, Rahmat diketahui pergi ke kawasan sungai Kububetung tersebut bersama dengan teman-teman sebayanya untuk berenang.
Awalnya saat korban dan teman-temannya asyik berenang di lokasi tersebut tidak ada masalah. Namun, diduga lantaran tidak terlalu lincah berenang, korban pun berenang menuju ketengah sungai, dan akhirnya tenggelam kedasar sungai.
Teman-teman korban yang saat itu tidak melihat korban pun langsung curiga lantaran korban tidak meuncul kepermukaan sungai dalam waktu sekian lama. Mereka pun meneriaki korban dan berusaha mencari korban dengan menyusuri anak sungai tersebut, karena ketakutan mereka pun melaporkan peristiwa tersebut kepada warga sekitar.
Warga yang saat itu mengetahui informasi tersebut langsung melaporkan kepada kedua orang tua korban. Keluarga korban yang dibantu oleh beberapa warga lainnya langsung menyusuri dan menyelami anak sungai tersebut untuk mencari korban.
Setelah sekian lama, akhirnya salah satu warga yang ikut mencari korban tersebut berhasil menemukan korban dalam keadaan posisi tertelungkup di dasar sungai. Korban ditemukan sekitar 3 meter dari lokasi tempat korban dan teman-temannya berenang yang saat itu mengenakan baju kaos bola warna kuning dan celana pramuka pendek.
Korban pun langsung dilarikan oleh warga ke RSUD Prabumulih, namun sayang nyawa korban sudah tidak ada. Petugas medis menyatakan kalau korban Rahmat sudah dalam keadaan meninggal.
“Informasinyo dio itu berenang disungai Kububetung itu samo kawan-kawannyo, mungkin dio kurang lihai berenang dan akhirnyo tenggelam sampai kedasar sungai. Setelah kami nemuke korban, dio langsung dilarike ke rumah sakit, tapi dak taunyo korban itu sudah dak benyawo lagi,” ungkap Supri (40), warga Jalan Sakura, Kelurahan Karang Raja, Kecamatan Prabumulih Timur yang menemukan korban saat itu.
Menurut Supri, kondisi air di sungai Kububetung yang mengalir ke sungai Kelekar tersebut saat itu arusnya tidak terlalu deras, namun debit air dalam keadaan pasang atau naik lantaran air sungai Kelekar meluap dan mengakibatkan banjir.
“Memang dikawasan Karang Rajo ini banjir, dan banyu disungai Kububetung itu lagi naek, tapi arusnyo idak pulok deras, kalo arusnyo deras mungkin korban itu lah jauh teseret oleh banyu,” tuturnya. (dino)