PRABUMULIH, PP - Tak banyak ribut-ribut saat disampaikan bahwa pembayaran uang iklan Advetorial Pemkot Prabumulih pada Media baik cetak atau elektronik di Prabumulih dibayar per tiga bulan mulai tahun anggaran 2013 ini. Sebelumnya, masing-masing media bisa mengajukan penawaran pemasangan iklan dalam bentuk advetorial kegiatan Pemerintah Kota Prabumulih kapan saja.
Masalahnya, dana yang dianggarkan pada tahun anggaran 2013 ini masih sangat "minim". Hanya sebesar Rp 1,2 Milyard saja. Sementara, dari data media yang terdaftar melakukan MoU pada Bagian Humas Pemkot Prabumulih, lebih dari 40 media. Lantas, yang jadi pertanyaan, apakah uang sebesar 1,2 milyar itu cukup untuk membayar biaya pemasangan iklan advetorial kegiatan Pemkot Prabumulih? Jawabannya sangat relatif. Bahkan dalam anggaran Rp 1,2 M itu termasuk biaya langganan koran Pemkot Prabumulih kepada Media yang ada, itupun tak seluruh media berlangganan koran di Bagian Humas tersebut. Kenapa begitu? Alasannya bahwa anggaran keuangan Humas Pemkot Prabumulih tak mencukupi untuk itu.
Lalu, berlomba-lombalah para awak media mengajukan penawaran untuk iklan advetorial di Humas Pemkot Prabumulih. Media Harian dan Media Mingguan/Dua Mingguan dan Bulanan pun terkelompokkan berdasarkan ukuran dan harga iklan.
Bayangkan, untuk iklan 1 halaman penuh di hargai Rp 10-12 juta per sekali terbit, sedangkan ukuran 1/2 halaman dihargai Rp 7 juta s.d Rp 5 juta, sedangkan ukuran 1/4 halaman dihargai Rp 5 juta s.d Rp 4 juta. Semua untuk media Harian.
Lantas, bagaimana dengan ukuran dan harga Media Mingguan/Bulanan?
Harga iklan 1 halaman sebesar Rp 8 juta s.d Rp 6 Juta, iklan ukuran 1/2 halaman Rp 5 juta dan 1/4 halaman adalah Rp 4 juta.
Terjadilah hubungan Simbiosis Mutualisme. Yaitu hubungan yang saling menguntungkan. Bahwa fihak media yang dibayar, akan mendapat uang pembayarannya, jika diberikan "persenan" sesuai dengan besaran jumlah harga iklan yang ditagihkan. Sebab, jika tak mau ikut aturan main, niscaya penagihan iklan akan panjang dan berliku. Praktik ini, tak kasat mata, tapi bisa dirasakan dan terjadi.
Bersambung. (bmg)
