POSMETRO.ID | PRABUMULIH – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80, Pemerintah Kota Prabumulih menggelar Lomba Gerak Jalan tingkat pelajar SD, SMP, SMA hingga kategori umum.
Untuk tingkat SD dan SMP, kegiatan dilepas langsung oleh Walikota Prabumulih, H. Arlan, di Pendopoan Rumah Dinas, Selasa (12/08/2025). Suasana kian semarak ketika ribuan pelajar berbaris rapi penuh semangat menapaki rute yang telah ditentukan.
Sementara pada Rabu (13/08/2025), giliran peserta dari tingkat SMA, umum, OPD, dan BUMD yang ikut ambil bagian. Acara dibuka dengan penampilan atraktif Marching Band SMAN 6 Prabumulih di bawah asuhan Kepala Sekolah Abdul Hadi. Satu per satu peserta kemudian dilepas dari panggung kehormatan oleh Walikota H. Arlan bersama Ketua TP PKK Hj. Linda Arlan, Wakil Walikota Franky Nasril, Ketua DPRD Prabumulih H. Deni Victoria, SH, M.Si, Kajari Prabumulih Khristiya Lutfiasandhi, S.H., M.H., serta Kapolres Prabumulih AKBP Bobby Kusumawardhana, S.H., S.I.K., M.Si.
Turut hadir pula Sekda Prabumulih H. Elman, ST, MM, Kadis Kominfo Drs. Mulyadi Musa, MM, sejumlah kepala OPD, serta para undangan lainnya.
Walikota H. Arlan menegaskan, lomba gerak jalan ini tidak hanya sebagai ajang memeriahkan HUT RI, tetapi juga sarat makna dalam menumbuhkan rasa persatuan, kesatuan, dan nasionalisme.
“Ini menjadi wujud penghormatan kita kepada jasa para pejuang yang telah berkorban demi kemerdekaan bangsa,” ungkapnya.
Senada, Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, A. Darmadi, yang juga baru dikukuhkan sebagai Ketua PGRI Prabumulih, menyampaikan bahwa lomba gerak jalan dengan tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” ini ditujukan untuk menanamkan kembali semangat kebangsaan kepada generasi muda.
“Bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk mempertebal rasa cinta tanah air,” tegasnya.
Darmadi menambahkan, lomba ini digelar selama dua hari, 12–13 Agustus 2025, dengan total 462 tim peserta. “Hari pertama diikuti 184 tim SD dan 41 tim SMP, sedangkan hari kedua terdiri dari 35 tim SMA dan 202 tim umum,” jelasnya.
Pantauan di lapangan, meski sempat diguyur gerimis menjelang sore, semangat peserta tetap membara hingga garis finish. Layaknya para pejuang dahulu, semangat juang itu menjadi simbol bahwa perayaan kemerdekaan bukan sekadar pesta, melainkan juga pengingat akan arti perjuangan.
