POSMETRO.ID, PRABUMULIH – Pemerintah Kota Prabumulih terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi dampak perubahan iklim dan fenomena El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi sektor pertanian pada 2026. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pencanangan Gerakan Tanam Padi Menyongsong El Nino 2026 di lahan Kelompok Tani (Poktan) Rimbe Perumpok, Kelurahan Payuputat, Kecamatan Prabumulih Barat, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman musim kemarau panjang yang berpotensi mengurangi ketersediaan air dan menurunkan produktivitas pertanian.
Pencanangan gerakan tanam padi dihadiri Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pertanian, serta kelompok tani setempat.
Dalam sambutannya, Franky Nasril menegaskan komitmen Pemerintah Kota Prabumulih untuk mendukung berbagai langkah strategis dalam menghadapi dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian.
Menurutnya, fenomena El Nino menjadi tantangan yang harus diantisipasi sejak dini karena berpotensi memengaruhi ketersediaan air, memperpanjang musim kemarau, hingga berdampak pada hasil produksi pertanian.
“Dalam menghadapi El Nino, pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan harus bekerja sama. Kita tidak boleh menunggu dampaknya terjadi, tetapi harus bergerak lebih awal melalui perencanaan yang matang dan pengelolaan pertanian yang tepat,” ujarnya.
Franky mengatakan gerakan tanam padi tersebut merupakan langkah konkret untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi di tengah potensi perubahan cuaca ekstrem.
Ia menilai peran petani sangat penting dalam menjaga stabilitas pangan daerah. Karena itu, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan melalui berbagai program pendampingan dan penguatan sektor pertanian.
“Pemerintah akan terus memberikan dukungan melalui penyuluhan, bantuan sarana pertanian, penguatan irigasi, serta program-program yang mendukung ketahanan pangan,” katanya.
Selain meningkatkan produktivitas pertanian, pemerintah juga mendorong penggunaan sumber daya air secara efisien dan berkelanjutan sebagai langkah menghadapi ancaman kekeringan akibat musim kemarau.
Franky mengajak masyarakat, khususnya para petani, untuk menjaga lingkungan dan menerapkan pola pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
“Kita harus menggunakan sumber daya air secara bijaksana dan menjaga lingkungan agar sektor pertanian tetap mampu bertahan menghadapi tantangan perubahan iklim,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Prabumulih, Alpian, mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani agar mampu menerapkan strategi budidaya yang sesuai dengan kondisi iklim serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, petani, dan berbagai pihak terkait menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Melalui Gerakan Tanam Padi Menyongsong El Nino 2026, Pemerintah Kota Prabumulih berharap produksi pangan tetap terjaga, kesejahteraan petani meningkat, dan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi meski menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Semoga gerakan ini memberikan hasil yang optimal dan menjadi langkah positif dalam memperkuat ketahanan pangan di Kota Prabumulih,” pungkas Franky.
