POSMETRO.ID | PRABUMULIH – Setelah dilaporkan hilang selama dua hari, seorang petani karet bernama Mat Yasan (62), warga Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, ditemukan meninggal dunia di kolam galian Pertamina, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 13.10 WIB.
Korban ditemukan mengapung di kolam galian yang berada tidak jauh dari areal kebun karet. Penemuan tersebut mengakhiri pencarian yang dilakukan pihak keluarga sejak korban dinyatakan hilang pada Minggu (5/7/2026).
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh dua warga, Amir dan Musleh, yang saat itu sedang menjala ikan. Awalnya keduanya mengira benda yang mengapung hanyalah boneka atau sampah. Namun setelah didekati, mereka terkejut mengetahui benda tersebut merupakan tubuh seorang pria.
Temuan itu segera dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan perangkat kelurahan, kemudian diteruskan ke Polsek Cambai.
Mendapat laporan, personel Polsek Cambai bersama Tim INAFIS Polres Prabumulih langsung mendatangi lokasi. Petugas memasang garis polisi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, dan mengevakuasi jasad korban ke RSUD Prabumulih untuk menjalani visum.
Saat proses evakuasi, petugas menemukan tali yang masih melilit di pinggang korban dan terhubung dengan sepeda motor milik korban yang berada di dasar kolam.
Kapolres Prabumulih melalui Kapolsek Cambai, IPTU Heffi Juliansyah, membenarkan penemuan jasad tersebut.
"Begitu menerima laporan, kami langsung menuju lokasi bersama Tim INAFIS untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke RSUD Prabumulih," ujarnya.
Meski demikian, Heffi menegaskan penyidik belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Polisi masih mengumpulkan keterangan para saksi, barang bukti, serta menunggu hasil visum.
"Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Seluruh informasi yang diperoleh masih dalam tahap pendalaman," katanya.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit asam urat. Keluarga juga menyampaikan bahwa korban pernah melakukan percobaan bunuh diri di lokasi yang sama, namun saat itu berhasil digagalkan oleh anaknya.
Meski demikian, polisi menegaskan informasi tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian korban dan masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya Mat Yasan.
