POSMETRO.ID | MUARA ENIM — Asap mengepul dari tungku kecil. Di atas dingklik, Ira (42) tekun memainkan canting. Malam cair ditorehkan perlahan mengikuti pola di atas kain putih.
Aktivitas itu sudah menjadi keseharian Ira sekitar tiga tahun terakhir. Bersama 11 perempuan lainnya, ia membatik di Rumah Kreatif Boek Khaman, Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru.
Bagi Ira, membatik bukan sekadar pekerjaan. Aktivitas tersebut menjadi jalan bagi keluarganya untuk bertahan sekaligus meningkatkan perekonomian.
Sebelum menekuni batik, penghasilan keluarga Ira bergantung pada suaminya, Sandra Sugianto (52), yang bekerja sebagai buruh kebun karet. Penghasilannya tidak menentu, berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan. Ira kemudian berjualan kue untuk menambah pemasukan keluarga.
Pada 2021, Ira mendapat tawaran dari Ketua Kelompok Batik Boek Khaman, Etika Oktasari, untuk membantu produksi. Dari sana ia mulai belajar membatik hingga akhirnya mampu mengajak perempuan lain di desanya untuk ikut bergabung.
Kini, keterampilan tersebut bahkan ikut mengantarkan putrinya, Syafira Dese Novianti (22), hingga menyelesaikan pendidikan sarjana.
Perkembangan kelompok ini mendapat dukungan Pertamina EP (PEP) Limau Field melalui program Community Involvement and Development (CID) sejak 2023. Pendampingan meliputi tata kelola keuangan dan administrasi, strategi pemasaran, pembuatan batik eco-print, pengelolaan IPAL, perbaikan sarana, branding, pengemasan hingga perluasan pasar.
Tak hanya batik, Rumah Kreatif Boek Khaman kini menjadi wadah bagi enam UMKM yang mengembangkan berbagai produk, termasuk olahan pangan dan buah tangan.
Produksi batik mencapai sekitar 200 lembar per bulan dengan omzet berkisar Rp20 juta-Rp30 juta. Sementara penghasilan pembatik berada di kisaran Rp2 juta-Rp3 juta per bulan dan dapat mencapai Rp5 juta ketika pesanan meningkat.
Program pendampingan PEP Limau Field dijadwalkan berlangsung hingga 2027. Pendampingan juga diarahkan agar kelompok mampu mandiri setelah program perusahaan berakhir.
“Melalui dukungan terhadap Rumah Kreatif Boek Khaman, Pertamina EP Limau Field ingin menyampaikan pesan bahwa semangat perjuangan sekelompok perempuan mampu menggerakkan perekonomian berkelanjutan,” kata Manager CID PHR Iwan Ridwan Faizal.
Program Rumah Kreatif Boek Khaman juga mendapat penghargaan Gold kategori Economic Empowerment pada Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026.
Selain itu, program tersebut meraih penghargaan Best Program Kategori Ekonomi pada Community Involvement & Development Upstream Award (CID UA) 2026, sebagai bentuk apresiasi terhadap program pengembangan masyarakat di lingkungan Pertamina Subholding Upstream.
*adv
