POSMETRO.ID | PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengembangan ekosistem ekonomi syariah sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pembukaan Pasar Muslim Festival (PAMFEST) 2026 yang digelar Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Korwil Palembang di Transmart Palembang, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang, Dr. Ir. Ar. H. Kemas Isnaini Madani, M.T., M.Si., IAI.
Pemkot Palembang mengapresiasi pelaksanaan PAMFEST 2026 yang mempertemukan pengusaha, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat. Ajang tersebut dinilai menjadi ruang strategis untuk memperluas jejaring usaha sekaligus memperkuat ekosistem bisnis halal di Kota Palembang.
Besarnya potensi UMKM terlihat dari pra-pendataan Sensus Ekonomi 2026. Tercatat sebanyak 167.745 UMKM di Kota Palembang, terdiri dari 167.442 usaha mikro, 241 usaha kecil, dan 62 usaha menengah.
Angka tersebut menunjukkan UMKM memiliki posisi penting dalam menopang aktivitas perekonomian sekaligus menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi kerakyatan di Kota Palembang.
Di tengah besarnya potensi tersebut, perekonomian Palembang juga menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Kota Palembang tumbuh 5,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum bahkan menjadi salah satu lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, mencapai 9,36 persen.
Pertumbuhan itu dinilai menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta menciptakan inovasi produk yang memiliki nilai tambah.
Perkuat Ekonomi Syariah
PAMFEST 2026 juga menjadi momentum memperkuat ekonomi syariah dan industri halal di Palembang.
Ekonomi syariah tidak sebatas persoalan kehalalan produk, tetapi juga menyangkut pembangunan ekosistem usaha yang menjunjung tinggi kejujuran, amanah, keadilan, kebermanfaatan, dan keberkahan.
Karena itu, pengusaha Muslim didorong tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga mampu memberikan manfaat lebih luas melalui pembukaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan usaha yang sesuai prinsip syariah.
Penguatan ekonomi syariah tersebut sejalan dengan perkembangan ekosistem halal di Sumatera Selatan. Palembang pada Juni 2026 dipercaya menjadi tuan rumah Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026, yang mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Semangat yang sama terlihat dalam PAMFEST 2026. Festival ini tidak hanya diikuti peserta dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan, tetapi juga dari Yogyakarta, Jakarta, dan Lampung.
Kehadiran peserta lintas daerah membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan, membangun kolaborasi, sekaligus memperkenalkan produk unggulan kepada pasar yang lebih luas.
Pemkot Palembang pun mendorong UMKM agar tidak berhenti pada aktivitas jual beli, tetapi terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, memanfaatkan teknologi digital, dan membuka akses pasar hingga tingkat nasional maupun internasional.
Pelaku usaha juga diharapkan menjaga kualitas, membangun kepercayaan konsumen, serta menjalankan bisnis dengan mengedepankan integritas dan prinsip keberkahan.
Sementara itu, KPMI Korwil Palembang diharapkan dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan kewirausahaan, terutama di kalangan generasi muda dan masyarakat Muslim.
Melalui PAMFEST 2026, semakin banyak pengusaha Muslim diharapkan mampu tumbuh menjadi pelaku usaha yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan perekonomian Kota Palembang.
