• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    POSMETRO.ID

    Kriminal

    Kabut Asap Mengancam, Bupati Musi Rawas Turun Bagikan Masker Gratis

    12 Oktober 2026, Oktober 12, 2026 WIB Last Updated 2026-10-12T03:17:03Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID | MUSI RAWAS — Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Musi Rawas. Untuk mengantisipasi risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pemerintah daerah membagikan masker gratis kepada pelajar dan masyarakat.


    Aksi pencegahan tersebut digelar serentak mulai pukul 09.00 WIB di dua titik, yakni Pasar B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo, dan Pasar Megang Sakti.


    Di Pasar B Srikaton, pembagian masker dipimpin langsung Bupati Musi Rawas, Hj. Ratna Machmud. Sementara di Pasar Megang Sakti, kegiatan dihadiri Wakil Bupati Musi Rawas, H. Suprayitno.


    Bupati Ratna Machmud mengatakan, pembagian masker merupakan langkah cepat pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat di tengah kondisi udara yang mulai terdampak kabut asap karhutla.


    “Kualitas udara kita sedang tidak baik karena kabut asap karhutla. Kami tidak ingin anak-anak sekolah dan masyarakat kita terkena ISPA. Pembagian masker ini untuk perlindungan awal,” tegas Ratna.


    Ia mengimbau para pelajar, pedagang, dan pengunjung pasar agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga diminta mengurangi kegiatan di luar rumah, terutama ketika kabut asap semakin tebal.


    Imbauan serupa disampaikan Wakil Bupati H. Suprayitno saat berada di Pasar Megang Sakti. Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta menjaga kesehatan diri dan keluarga di tengah kondisi udara yang kurang baik.


    Pembagian masker tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pelajar. Bantuan itu dinilai bermanfaat sebagai langkah perlindungan awal menghadapi paparan kabut asap.


    Pemkab Musi Rawas melalui Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi udara serta menyiapkan langkah antisipasi lanjutan apabila kabut asap semakin pekat.


    Upaya tersebut diharapkan dapat menekan risiko gangguan pernapasan sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampak kesehatan akibat karhutla.

    (Dang)

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama