POSMETRO.ID | PRABUMULIH – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Prabumulih tak hanya menjadi ajang unjuk hasil pembangunan, tetapi juga panggung bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Pertamina.
Melalui Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field dan PEP Limau Field, Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 turut ambil bagian dalam Pameran Pembangunan HUT ke-25 Kota Prabumulih yang digelar di Stadion Talang Jimar, 26–28 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, perusahaan tak hanya memperkenalkan aktivitas hulu minyak dan gas bumi (migas), tetapi juga mempromosikan produk olahan kelompok masyarakat binaan melalui stan PHR Zona 4.
Wali Kota Prabumulih Arlan bersama istrinya, Linda Apriana, menyempatkan diri mengunjungi stan tersebut seusai pembukaan pameran, Senin (26/10/2026). Keduanya mencicipi sejumlah produk unggulan, di antaranya Wedang Jerenas produksi Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemuning, binaan PEP Prabumulih Field, serta Pempek Herbal Rainbow hasil olahan KWT Bougenville, binaan PEP Limau Field.
Stan PHR Zona 4 juga dikunjungi sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Ketua DPRD Prabumulih Deni Victoria, Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, dan Dandim 0404/Muara Enim Letkol Kav. Sahid Winagiri.
Wali Kota Arlan mengatakan, pameran pembangunan menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengetahui capaian pembangunan sekaligus membuka ruang promosi dan interaksi antara pelaku usaha dengan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan promosi bagi produk lokal dan mempertemukan berbagai pelaku usaha dalam satu ruang kegiatan.
Beragam produk hasil pemberdayaan masyarakat ditampilkan dalam pameran tersebut. PEP Prabumulih Field membawa produk KWT Kemuning, seperti Wedang Jerenas, Wedang Bunga Telang, Kerupuk Nanas, dan Kerupuk Bawang Dayak.
Sementara itu, PEP Limau Field memperkenalkan produk KWT Bougenville, di antaranya Serjale, Kunwak, Wajik Nanas, dan Pempek Herbal Rainbow.
Kehadiran produk-produk tersebut menjadi salah satu bentuk promosi hasil pembinaan masyarakat yang dilakukan perusahaan di sekitar wilayah operasionalnya.
Tak hanya memamerkan produk, PHR Zona 4 juga menggelar edukasi mengenai industri hulu migas bagi pelajar SMK YPS Prabumulih.
Sebanyak 20 siswa bersama dua guru diajak mengunjungi HSSE Demo Room untuk mengenal tahapan operasi hulu migas, peralatan yang digunakan, serta aspek keselamatan kerja. Para pelajar kemudian mengunjungi stan PEP Prabumulih Field dan PEP Limau Field di lokasi pameran.
Manager Relations PHR Zona 4, Frans A. Hukom, mengatakan partisipasi perusahaan dalam perayaan HUT Kota Prabumulih merupakan bagian dari upaya membangun hubungan dengan masyarakat.
“Partisipasi ini sebagai wujud kehadiran perusahaan yang tidak hanya berfokus pada operasi hulu migas, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat sekitar. Kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Kota Prabumulih,” ujarnya.
Di luar kegiatan pameran, PEP Prabumulih Field menjalankan sejumlah program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Salah satunya Rumah Inovasi Daur Ulang Sampah Residu Anorganik (Rindu Resik) di Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai.
Melalui program tersebut, perusahaan bersama kelompok Pusat Daur Ulang (PDU) mengolah sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi. Program ini turut melibatkan kelompok rentan, termasuk pemulung, lanjut usia, dan perempuan.
Sementara itu, PEP Limau Field mengembangkan program Sehat Alami Bersama KWT Bougenville (Sehati Bougenville) di Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat.
Program tersebut mendorong kaum perempuan membudidayakan dan mengolah tanaman obat keluarga (TOGA). Selain mengembangkan pertanian organik, para anggota kelompok juga mengolah hasil budidaya menjadi produk bernilai ekonomi untuk menambah penghasilan keluarga.
Melalui program-program tersebut, PHR Zona 4 berupaya mendorong kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat keterlibatan warga dalam pengelolaan lingkungan dan pengembangan potensi lokal.
Partisipasi dalam pameran HUT ke-25 Kota Prabumulih pun menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan program perusahaan kepada masyarakat luas, sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas industri migas dapat berjalan beriringan dengan upaya pemberdayaan masyarakat di daerah operasionalnya. (*/red)
