POSMETRO.ID | PRABUMULIH — Dugaan sindikat pencurian minyak lintas wilayah mulai terungkap. Tim gabungan sekuriti Pertamina EP (PEP) Field Prabumulih bersama pengamanan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 dan aparat penegak hukum mengamankan tiga pria yang diduga terlibat dalam serangkaian aksi illegal tapping atau pencurian minyak melalui penyadapan jalur pipa.
Ketiganya diamankan di kawasan perumahan Jalan Nias, Kecamatan Prabumulih Timur, Selasa (20/10) sekitar pukul 22.45 WIB.
Pengungkapan ini berawal dari informasi mengenai empat titik dugaan pencurian minyak di wilayah operasi Adera Field, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Hasil pengembangan informasi kemudian mengarah pada dugaan pergerakan kelompok tersebut ke sejumlah wilayah lain, termasuk Jambi dan Prabumulih.
Tak hanya mengungkap dugaan keterlibatan dalam kejadian sebelumnya, tim gabungan juga berhasil menggagalkan rencana aksi serupa di jalur trunk line PPP–KM 3 Plaju, wilayah kerja Prabumulih Field.
Tiga pria yang diamankan masing-masing SH (50), warga OKI); DK (38), warga Banyuasin; serta RH (38), warga Kecamatan Abab PALI.
Dari operasi tersebut, petugas turut mengamankan satu unit mobil Suzuki Carry pikap bernomor polisi BG 8396 JH, satu sepeda motor Honda Scoopy tanpa nomor polisi, dua buah clamp dan kerangan berukuran 8 inci serta 10 inci, dan selang sepanjang kurang lebih 100 meter.
Sejumlah peralatan lain berupa bor listrik, pasak, serta berbagai jenis kunci juga disita untuk kepentingan penyelidikan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pengungkapan dugaan jaringan tersebut bermula pada 9 Oktober 2026. Saat itu, tim menerima informasi mengenai empat kejadian illegal tapping di wilayah kerja Adera Field.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Asisten Manajer Sekuriti PHR Zona 4, Ricky Nova, bersama Superintendent HSSE Prabumulih, Andre Dahtira Perkasa, menginisiasi langkah antisipasi untuk mencegah aksi serupa meluas ke wilayah operasi lainnya.
Tim melakukan pemetaan lokasi rawan, pengumpulan informasi, serta koordinasi dengan aparat penegak hukum. Pengawasan terhadap jalur pipa yang berpotensi menjadi sasaran pencurian juga diperkuat.
Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan dalam laporan pengungkapan, empat lokasi yang disebut terkait kejadian di wilayah Adera Field meliputi Desa Raja, Desa Raja II, Jalan Servo Batu Bara pada jalur Tanah Abang menuju PALI, serta jalur trunk line di Desa Modong.
Informasi mengenai lokasi-lokasi tersebut selanjutnya menjadi bagian dari pendalaman untuk menelusuri pola kejadian dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Pengembangan berlanjut pada 11 Oktober 2026, ketika tim memperoleh informasi mengenai dugaan pergerakan kelompok yang disebut berkaitan dengan kejadian di Adera Field dan wilayah operasi Zona 1 di Jambi.
Kelompok tersebut diduga berencana bergerak menuju wilayah Limau Field melalui jalur SPU Liba–PPP, serta Prabumulih Field melalui jalur PPP–KM 3 Plaju.
Informasi itu ditindaklanjuti dengan pendalaman dan koordinasi bersama aparat penegak hukum. Tim juga berkoordinasi dengan Polsek Tanah Abang, Polsek Bajubang, dan Polsek Kota Baru Jambi untuk menelusuri informasi perkara sebelumnya.
Upaya tersebut kemudian mengarah pada pengamanan tiga terduga pelaku di Prabumulih.
Officer Security Field Prabumulih, Taufiq, mengatakan pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama lintas unsur, mulai dari pengumpulan informasi di lapangan, pemantauan pergerakan terduga pelaku hingga koordinasi dengan aparat penegak hukum.
Menurutnya, langkah antisipasi dilakukan agar dugaan aksi pencurian minyak tidak meluas ke wilayah kerja lainnya.
Berdasarkan keterangan awal para terduga pelaku, terdapat dugaan keterkaitan dengan kejadian illegal tapping di jalur Tempino–Plaju serta Bajubang–Tempino, wilayah Jambi.
Informasi tersebut masih harus didalami untuk memastikan keterkaitan para terduga pelaku dengan masing-masing perkara, termasuk kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.
Taufiq menyebutkan, ketiga terduga pelaku beserta barang bukti telah diserahkan kepada Polsek Tanah Abang, Polres PALI, untuk proses hukum dan pengembangan lebih lanjut.
Ia berharap penyelidikan tidak berhenti pada tiga orang yang telah diamankan, tetapi juga dapat mengungkap pihak lain yang diduga terlibat, termasuk mereka yang masih dicari aparat.
Dalam keterangan awal, turut muncul dugaan keterlibatan oknum internal sekuriti di wilayah Adera Field. Namun, informasi tersebut belum merupakan fakta hukum dan harus dibuktikan melalui penyidikan.
Pengembangan perkara diharapkan dapat mengungkap peran masing-masing pihak, termasuk kemungkinan adanya pihak yang membantu memberikan informasi mengenai jalur pipa, kondisi pengamanan, maupun lokasi sasaran.
