• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    POSMETRO.ID

    Iklan

    Kriminal

    Polisi Bekuk Spesialis Bobol Rumah Kosong

    30 April 2013, April 30, 2013 WIB Last Updated 2013-04-30T00:04:42Z
    Masukkan scrip iklan disini
    PRABUMULIH, PP  - Berakhir sudah sepak terjang Luki Noprianto (27), warga Jalan Kapten Abdullah, Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Prabumulih Timur, kota Prabumulih. Residivis kasus pencurian motor ini dibekuk petugas satreskrim Polsek Prabumulih Timur ketika lagi bekerja. Tersangka Luki merupakan spesialis bobol rumah kosong, yang sudah sangat meresahkan warga Prabumulih.

    Dalam menjalankan aksinya, tersangka Luki melakukan modus dengan membongkar rumah dari atap. Luki ditangkap di bengkel SMK PGRI 2, di Jalan Kapten Abdullah Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Timur, Minggu (28/4).

    Kepada petugas, Luki mengaku telah melakukan pencurian di sejumlah tempat diantaranya dua kali mencuri di kawasan Jalan Padat Karya, satu kali di kawasan Sukajadi, di Jalan Angkatan 45 dan terakhir di kawasan Kelurahan Mangga Besar.

    Dalam melakukan aksinya, pelaku Luki dibantu temannya berinisial FB (27) yang saat ini masih diburu jajaran kepolisian. Adapun modus yang digunakan kawanan resedivis ini yakni menggunakan tangga memanjat genteng rumah yang telah diintai kosong dan menguras seluruh barang berharga di dalam rumah.

    Guna kepentingan penyelidikan, saat ini pelaku bersama barang bukti satu unit handphone blackberry diamankan jajaran satreskrim ke Mapolsek Prabumulih Timur.

    Menurut keterangan petugas, penangkapan Luki berawal dari hasil penyelidikan yang dilakukan jajaran Polsek Prabumulih Timur terkait banyaknya kejadian pencurian rumah dengan modus membongkar atap rumah.

    Penyelidikan yang dilakukan petugas akhirnya mengarah kepada pelaku dan rekannya FB (masih buron), petugas kemudian melanjutkan dengan meringkus pelaku. Saat di ringkus pelaku tengah bekerja di bengkel Jalan Kapten Abdullah Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Timur atau tepatnya di dekat SMK PGRI 2 Prabumulih, pelaku kemudian digiring ke Mapolsek Prabumulih Timur.

    Dihadapan petugas pelaku telah melakukan sejumlah pencurian, diantaranya di rumah H Firdaus di kawasan Sukajadi. Saat itu kedua pelaku berhasil membawa uang tunai sebesar Rp 30 juta, emas seberat 5 gram dan tiga buah handphone, kemudian rumah seorang guru di kawasan berbeda berhasil menggondol satu unit lebtop acer dan uang jutaan rupiah.

    Luki mengatakan, aksi terakhir dilakukan pada Minggu (21/4) lalu di lorong Matahari Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul tepatnya rumah milik Junaidi (37), dari rumah tersebut kedua pelaku berhasil membawa kabur satu unit laptop, dua handphone dan uang sebanyak Rp 8 juta.

    "Kami maling menggunakan tangga, naik ke atap rumah lalu masuk setelah membuka genteng rumah. Saya melakukan itu bersama teman yakni FB," ujar pria beranak satu ini kepada petugas.

    Menurut Luki, aksi pencurian dilakukan lantaran dirinya terlilit hutang pinjaman koperasi sebanyak Rp 4,5 juta, dengan melakukan pencurian dirinya bisa mencicil hutang tersebut. Luki mengatakan, aksi pencurian dilakukan dengan terlebih dahulu mengintai rumah korban, setelah diketahui kosong dirinya dan FB kemudian melancarkan aksi dengan membawa tangga.

    "Mencuri dilakukan pertama kali sekitar akhir Desember, hasil curian kami bagi dua dengan FB, kami mencuri dengan memanjat ke bagian atap rumah yang telah diketahui dalam keadaan kosong. Hasil pencurian kami jual dan uang penjualanmi bagi dua, uang bagian saya digunakan untuk membayar hutang pinjam koperasi," terang pria yang pernah masuk penjara pada 2011 akibat pencurian motor ini.

    Kapolres Prabumulih, AKBP Yerri Oskag SIK melalui Kapolsek Prabumulih Timur, Iptu Toni Arman didampingi Kanit Reskrim Aiptu Riki Yanto ketika ditemui membenarkan adanya penangkapan tersebut.

    "Memang benar kita melakukan penangkapan terhadap spesialis 363 rumah khusus memanjat atap," tandasnya.(bmg)
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama