• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Datang Penuh Harapan, Pesawat di Prabumulih Kini Terbengkalai

    09 Februari 2026, Februari 09, 2026 WIB Last Updated 2026-02-09T07:03:36Z
    Masukkan scrip iklan disini

    POSMETRO.ID | PRABUMULIH — Bangkai pesawat Kartika Airlines yang berada di kawasan Kampung Wisata, Talang Jimar, Kota Prabumulih, hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Sejak pertama kali tiba pada Maret 2017 silam, pesawat berukuran besar tersebut tak pernah memiliki kejelasan peruntukan dan kini hanya terbengkalai di tengah semak belukar.


    Hampir sembilan tahun berlalu, bangkai pesawat itu masih berada di lokasi yang sama, tanpa kejelasan siapa pemiliknya, untuk apa didatangkan, serta rencana pemanfaatan ke depannya. Dugaan sementara, terbengkalainya pesawat ini disebabkan oleh persoalan perizinan atau keterbatasan modal. Namun hingga kini, tak satu pun pihak yang secara resmi mengklaim kepemilikan pesawat tersebut.


    Padahal, kehadiran pesawat Kartika Airlines ini sempat membangkitkan harapan besar masyarakat setempat. Pada 2017 lalu, warga Kampung Wisata Talang Jimar berharap pesawat tersebut dapat menjadi daya tarik baru pariwisata, sekaligus ikon unik yang mampu mengundang wisatawan datang ke Kota Prabumulih.


    Harapan itu bahkan pernah diangkat oleh POSMETRO.ID dalam pemberitaan berjudul “Bangkai Pesawat Ini Jadi Destinasi Baru” yang terbit pada Maret 2017. Saat itu, optimisme warga begitu tinggi. Mereka membayangkan kawasan Kampung Wisata akan berkembang menjadi destinasi alternatif yang berbeda dari yang lain, dengan pesawat sebagai pusat perhatian pengunjung.


    Namun kenyataan berkata lain. Alih-alih berkembang menjadi objek wisata unggulan, bangkai pesawat tersebut justru dibiarkan tanpa pengelolaan yang jelas. Seiring waktu, kondisi pesawat kian memprihatinkan. Cat memudar, badan pesawat mulai ditumbuhi semak, dan lingkungan sekitarnya belum sepenuhnya didukung infrastruktur yang memadai.


    Ironisnya, meski sempat kembali menyedot perhatian publik belakangan ini, ketidakjelasan status pesawat justru memunculkan pertanyaan baru. Tanpa kejelasan kepemilikan dan konsep pengelolaan, potensi wisata yang dulu diharapkan kembali terancam menjadi sekadar cerita lama.


    Kini, bangkai pesawat Kartika Airlines itu berdiri sebagai simbol harapan yang tertunda. Di satu sisi menjadi magnet rasa penasaran warga, namun di sisi lain mencerminkan lemahnya kepastian perencanaan dan pengelolaan aset wisata di daerah.

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama