PRABUMULIH, PP-Sebagai Manager PLN Rayon Prabumulih Area Lahat yang baru, Supriyatno yang baru tiga hari menggantikan Adi Purwono ST yang pindah tugas menduduki jabatan baru pula ke kantor PLN Wilayah Sumbagsel, memiliki beban tugas yang cukup berat dalam menekan tunggakan dan memberikan pelayanan yang optimal dan maksimal terhadap pelanggan PT PLN di wilayah sekitar Prabumulih dan Muara Enim.
Menurut mantan Manager PLN Rayon Empat Lawang Area Lahat ini, tunggakan pelanggan di sekitar wilayahnya saat ini relatif tinggi, berdasarkan data pihaknya hingga kemarin (28/4) sudah mencapai Rp 7,4 Milyar.
"Fokus utama saya sesuai dengan instruksi pimpinan, menekan angka tunggakan pelanggan. Yang relatif tinggi disini, sudah hampir Rp 8 Milyar," ungkapnya ketika dikonfirmasi.
Hingga akhir tahun nantinya, bisa menekan tunggakan tersebut hingga Rp 2 Milyar. Mudah-mudahan target tersebut, bisa dicapai hingga akhir tahun. Dirinya menghimbau seluruh pelanggan, untuk membayar kewajibannya terhadap pemakaian listrik. Tingginya tunggakan tersebut, disebutkannya dikarenakan mayoritas pelanggannya petani. "Harga karet yang turun kini, salah satu penyebab pelanggannya enggan membayar listrik," terangnya.
Selain fokus terhadap tunggakan, agar pelanggannya nyaman dan puas akan berupaya mengoptimalkan dan memaksilkam pelayanan tersebut. "Pemadaman listrik akibat gangguan jaringan masih sering terjadi, akan tetapi kita akan berupaya optimal dan maksimalkan pelayanan agar tak terjadinya pemadaman," tukasnya.
Oleh karena itu, agar tak terjadi gangguan jaringan pihaknya meminta agar masyarakat tidak menanam pohon didekat jaringam PLN, karena hal itulah yang sering menjadi penyebab gangguan, dikarenakan pohon tersebut roboh.
Masih kata dia, untuk pemasangan baru diingatkan agar tidak menggunakan calo. Sebaiknya pelanggan langsung datang kepada pihaknya atau melalui online. "Jangan pakai calo, pasang langsung ke PLN," tandasnya. (bmg)
Menurut mantan Manager PLN Rayon Empat Lawang Area Lahat ini, tunggakan pelanggan di sekitar wilayahnya saat ini relatif tinggi, berdasarkan data pihaknya hingga kemarin (28/4) sudah mencapai Rp 7,4 Milyar.
"Fokus utama saya sesuai dengan instruksi pimpinan, menekan angka tunggakan pelanggan. Yang relatif tinggi disini, sudah hampir Rp 8 Milyar," ungkapnya ketika dikonfirmasi.
Hingga akhir tahun nantinya, bisa menekan tunggakan tersebut hingga Rp 2 Milyar. Mudah-mudahan target tersebut, bisa dicapai hingga akhir tahun. Dirinya menghimbau seluruh pelanggan, untuk membayar kewajibannya terhadap pemakaian listrik. Tingginya tunggakan tersebut, disebutkannya dikarenakan mayoritas pelanggannya petani. "Harga karet yang turun kini, salah satu penyebab pelanggannya enggan membayar listrik," terangnya.
Selain fokus terhadap tunggakan, agar pelanggannya nyaman dan puas akan berupaya mengoptimalkan dan memaksilkam pelayanan tersebut. "Pemadaman listrik akibat gangguan jaringan masih sering terjadi, akan tetapi kita akan berupaya optimal dan maksimalkan pelayanan agar tak terjadinya pemadaman," tukasnya.
Oleh karena itu, agar tak terjadi gangguan jaringan pihaknya meminta agar masyarakat tidak menanam pohon didekat jaringam PLN, karena hal itulah yang sering menjadi penyebab gangguan, dikarenakan pohon tersebut roboh.
Masih kata dia, untuk pemasangan baru diingatkan agar tidak menggunakan calo. Sebaiknya pelanggan langsung datang kepada pihaknya atau melalui online. "Jangan pakai calo, pasang langsung ke PLN," tandasnya. (bmg)