PRABU JAYA, PP - Potongan koran yang memberitakan perbuatan menyimpang salah satu pasangan calon Gubernur Herman Deru yang sengaja di fotocopy secara massal mewarnai kampanye akbar Pasangan Calon Iskandar - Hafis di Lapangan Prabu Jaya Kota Prabumulih Jumat (24/05). Potongan koran yang sengaja di fotocopy itu bertuliskan "Demi Nama Baik Bupati Oku Timur'. Pada pembahasan inti berita tersebut tidak lain adalah pembunuhan karakter kandidat calon.
Pemberitaan miring ini seolah sengaja disebarkan untuk memojokkan kandidat yang diberitakan. Beruntung warga yang hadir pada kesempatan kampanye akbar tersebut tidak terlalu ambil pusing soal potongan koran yang dibagi-bagikan oleh timses Iskandar - Hafiz.
Pantauan Posmetro Prabu, beberapa warga baik simpatisan maupun pendukung pasangan Iskandar - Hafis soal potongan koran yang dibagi-bagikan ada yang serius untuk membacanya dan sebahagian lagi malah dijadikan alas untuk duduk di lapangan seraya mendengarkan orasi kandidat calon yang sedang berkampanye.
Irma (36) warga Sungai Medang dalam konteks potongan koran mengaku tidak ambil pusing soal informasi selebaran tersebut. Baginya seseorang itu memiliki garis tangan masing-masing yang tidak bisa diganggugugat oleh siapapun kecuali Tuhan.
"Tidak ambil pusing sih. Karna pada perinsipnya Manusia diciptakan oleh Tuhan itu sudah mempunyai nasib atau garis tangan sendiri-sendiri. Saya pikir sepanjang masih manusia tetap masih memiliki banyak kelemahan karna manusia tidak ada yang sempurna" tegasnya. (pp/02)
Pemberitaan miring ini seolah sengaja disebarkan untuk memojokkan kandidat yang diberitakan. Beruntung warga yang hadir pada kesempatan kampanye akbar tersebut tidak terlalu ambil pusing soal potongan koran yang dibagi-bagikan oleh timses Iskandar - Hafiz.
Pantauan Posmetro Prabu, beberapa warga baik simpatisan maupun pendukung pasangan Iskandar - Hafis soal potongan koran yang dibagi-bagikan ada yang serius untuk membacanya dan sebahagian lagi malah dijadikan alas untuk duduk di lapangan seraya mendengarkan orasi kandidat calon yang sedang berkampanye.
Irma (36) warga Sungai Medang dalam konteks potongan koran mengaku tidak ambil pusing soal informasi selebaran tersebut. Baginya seseorang itu memiliki garis tangan masing-masing yang tidak bisa diganggugugat oleh siapapun kecuali Tuhan.
"Tidak ambil pusing sih. Karna pada perinsipnya Manusia diciptakan oleh Tuhan itu sudah mempunyai nasib atau garis tangan sendiri-sendiri. Saya pikir sepanjang masih manusia tetap masih memiliki banyak kelemahan karna manusia tidak ada yang sempurna" tegasnya. (pp/02)
