PRABUMULIH, PP - Mantan Hakim Pengadilan Negeri Aceh Eka Samrinda SH dan keluarga Lurah Payu Putat Prana Desta SIp meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan dan pengrusakan kantor Lurah Payu Putat. Hal ini diungkapkan korban Eka saat ditemui di RS Pertamina (29/5).
Menurut Eka, kejadian berawal saat dirinya dihubungi melalui via handphone oleh Kades Payu Putat. “Saudara Desta menghubungi saya, karena dirinya ditahan warga dan tidak bisa pulang kerumah kalau saya tidak kesana,” ujarnya.
Dengan cepat, dirinya bersama anggota Polres Prabumulih meluncur ketempat kejadian Perkara (TKP). “Saya tidak sendiri kesana. Saya ditemani Edison anggota Polres Prabumulih,” ungkap Eka.
Lebih jauh, setelah adanya pertemuan dengan warga setempat membahas masalah tanah tersebut terjadi adu mulut dengan warga. “Saat itu dua warga bernama Antoni dan Rusman yang ngotot bahwa tanah itu milik warga. Saya minta surat tanahnya, tapi mereka tidak bisa memperlihatkannya,” urainya.
Mungkin merasa kesal, Rusman langsung menghajar Lurah dan dirinya.
“Saudara Desta dan saya langsung digoco. Dan Antoni memanggil warga lain untuk mengeroyok kami,” jelas Eka.
Dengan kejadian ini, ditegaskan dia, dirinya meminta agar pihak kepolisian untuk menangkap dua warga yakni Antoni dan Rusman. “Mereka (Antoni dan Rusman) yang menjadi provokator kejadian ini,” pungkasnya.
Sebenarnya dalam hal ini, diakui Eka, Lurah Payu Putat tidak terlibat dalam kasus jual beli tanah. “Tanah itu milik almarhum ayah istri saya. Tanah itu waris. Desta hanya memperlancar program Redbone karet yang sudah saya rintis. Itu semua untuk masyarakat Payu Putat juga,” ujar Eka.
Senada Lisda (37) adik kandung Lurah Payu Putat Prana Desta menegaskan saudaranya tersebut tidak terlibat jual beli tanah yang diberitakan di media massa. “Semua yang dikatakan di koran harian lokal bahwa kakak saya jual tanah warga itu tidak benar. Ya, silakan saja tanya sama aparat terkait seperti Kades dan Camat,” tegas Lisda.
Untuk itu, ia juga meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas pelaku penganiayaan terhadap saudaranya. “Tegakkan supremasi hukum. Tangkap para provokatornya,” pinta Lisda
Kabag Ops Polres Prabumulih, Kompol HT Sianturi ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk saat ini situasi kondisi di Kelurahan Payuputat sudah aman dan terkendali. Namun, pihaknya masih tetap berjaga-jaga mencegah hal yang tak diinginkan. "Saat ini yang mengamankan adalah Polsek Prabumulih Barat," katanya.
Sianturi menambahkan, dua kompi pasukan Brimob yang datang ke Prabumulih pada selasa malam untuk mengamankan suasana, kini telah pulang ke Palembang. Kedatangan pasukan Brimob bertujuan untuk mencegah konflik ini tidak meluas.
"Pasukan Brimob Polda Sumsel kini telah pulang ke Palembang pukul 14.30 WIB. Sementara itu, pasukan TNI dari Zipur yang ikut membantu sudah tidak ada lagi di lokasi kerusuhan," ujarnya.
Masih kata Sianturi, tadi pagi Direktur Intel Polda Sumsel beserta Kanit 1 Subdit 3 Ditreskrimum, Kompol Antoni Adhi datang ke Polres Prabumulih. Kedatangan mereka untuk mengumpulkan data-data mengenai kejadian tersebut. Selain itu, Kompol Antoni Ardhi juga sempat membesuk korban yakni mantan hakim pengadilan Aceh, Eka Samindra SH dan Lurah Payuputat, Prana Desta SIp.
"Kedatangan Dir Intel dan Kanit 1 Subdit 3 Ditreskrimum Polda Sumsel, hanya untuk mengumpulkan data-data intel yang diperlukan," ungkapnya.
Ketika ditanyai apakah akan ada warga yang ditahan karena telah menjadi provokator. Sianturi menjelaskan, sampai saat ini belum ada warga yang ditahan. Sebab, saat pihaknya dari Intel dan Reskrim masih mengumpulkan data-data terlebih dahulu. Selain itu, kita juga masih menunggu keterangan dari korban.
"Kita tunggu kedua korban sehat nanti baru kita dalami. Akan tetapi pihaknya juga menerjunkan Intel untuk mencari bukti-bukti. Bila memang ada provokatornya hingga sampai merusak fasilitas umum, tidak menutup kemungkinan kita tangkap dan kita proses,” ujarnya. (dn)
BERITA TERKAIT :
- Payuputat Membara : Wako Minta Semua Pihak Redam Emosi
- Kapolres Bantah Terlibat Jual Beli Lahan Payuputat
- Penjualan Lahan Sepihak Dalang Dibalik Kerusuhan Payuputat
- Camat Prabumulih Barat dan Lurah Payuputat Dicopot
- Video Kerusuhan di Payuputat
- Payuputat Membara: Wartawan Sumek Berjibaku di Tengah Amukan Massa
- Payuputat Rusuh, Warga Anarkis
- Payuputat Membara, Lurah Desta Sekarat Dihajar Warga
BERITA TERKAIT :
- Payuputat Membara : Wako Minta Semua Pihak Redam Emosi
- Korban dan Keluarga Korban Minta Pelaku Ditangkap
- Kapolres Bantah Terlibat Jual Beli Lahan Payuputat
- Penjualan Lahan Sepihak Dalang Dibalik Kerusuhan Payuputat
- Camat Prabumulih Barat dan Lurah Payuputat Dicopot
- Video Kerusuhan di Payuputat
- Payuputat Membara: Wartawan Sumek Berjibaku di Tengah Amukan Massa
- Payuputat Rusuh, Warga Anarkis
- Payuputat Membara, Lurah Desta Sekarat Dihajar Warga
