PANGKUL, PP - Kabar miring seputar dugaan keterlibatan Kapolres Prabumulih dalam jual beli tanah wilayat warga di Payuputat yang menjadi penyebab kerusuhan di kantor kelurahan Payuputat selasa (28/05) dibantah langsung oleh Kapolres Prabumulih AKBP, Yerry Oskag. Kapolres ketika diwawancarai oleh Posmetro Prabu mengaku bahwa namanya bisa jadi dimanfaatkan oleh oknum tertentu guna kepentingan sesaat.
Berikut petikan wawancara Posmetro Prabu dengan Kapolres Prabumulih AKBP, Yerry Oskag SIK seputar pemicu kerusuhan dan dugaan keterlibatannya dalam jual beli lahan ulayat warga Payuputat.
Posmetro Prabu. Kemarin ada kejadian kerusuhan di Kelurahan Payuputat, Kalau boleh tahu, apa penyebab terjadinya kerusuhan hingga menimbulkan kekacauan tersendiri di TKP?
Kapolres : Kalau kita lihat dari awal kemarin awalnya saya terima laporan itu dari lurah yang menyatakan ada warga yang mendatangi kantor mempertanyakan permasalah lahan yang dijual lurah. Padahal setelah saya melihat surat tersebut Lurah hanya sekedar mengetahui bahwa bakal ada. Kenapa saya bilang bakal ada karna memang pada posisi surat kan harus ada saksi-saksi sempadan, ketua RT. Yang tertera dalam surat ternyata belum dilengkapi semua, termasuk ketua RT, RW setempat, tiba-tiba muncul sebuah surat. Jika di ibaratkan kasus ini seperti jual kucing dalam karung. Alangkah bodohnya si pembeli. Harusnya dia kan lihat dulu keabsahan daripada surat maupun bentuk lahan yang mau dibeli.
Saya juga sempat mengorek-ngorek informasi dari beberapa orang yang terlibat dalam kasus ini kemaren. Ternyata memang ini hanya diatas kertas. Bermodalkan surat diatas kertas Eko menawarkan lahan tanpa melihat situasi lapangan, tanpa melihat bentuk daripada lahan itu. Dan pada intinya memang jual beli belum dilakukan dan masih sebatas mengetahui oleh Lurah makanya timbul kekecewaan oleh masyarakat disana yang pada perinsipnya belum mengerti dan masih awam soal hukum, dan inipulalah yang menjadi puncak dari klericuhan yang terjadi.
Posmetro Prabu : Lantas siapa sebenarnya pemilik lahan yang sesungguhnya Ndan?
Kapolres : Sampai sekarang belum diketahui. Namun berdasarkan surat yang kita lihat, benar bahwa lahan tersebut milik saudara Eka. Namun sejauh ini kita belum mendalami sejauh mana keabsahan daripada surat tersebut apakah ini tanah wilayat. Dan jika lahan tersebut adalah tnah wilayat harusnya terdaftar di pemerintah kota Prabumulih. Saat ini belum kita lakukan pendalaman sejauh itu.
Posmetro Prabu : Dengan kejadian kemarin, di TKP ada aksi pemukulan dan pengerusakan. Langkah apa yang dilakukan oleh pihak polisi dalam kasus tersebut.
Kapolres : Kita tetap proses. Saat ini sedang kita dalami baik melalui data rekaman, Photo dan lainnya. Disana kan terlihat siapa saja pelaku dan siapa pemicu kerusuhan serta siapa aktor provokator akan terlihat dari data rekaman yang sudah kita pegang.
Posmetro Prabu : Artinya untuk saat ini Polisi telah mengidentifikasi siapa saja yang terlibat dalam kerusuhan di Payuputat?
Kapolres : Iya, namun tidak secepat itu. Kita perlu waktu untuk itu apalagi sekarang kondisinya belum begitu kondusif. Yang penting aman dululah baru pelan-pelan kita lakukan penyelidikan dan penyidikan.
Posmetro Prabu : Maaf sebelumnya, karna sedikit ini menyangkut Nama Kapolres. Didalam salah satu surat tanah didapati nama Yerry Oskag SIK pekerjaan pegawai Polri sebagai salah seorang pemilik lahan. Apakah benar nama tersebut adalah Kapolres Prabumulih? Jika benar nama dimaksud adalah Kapolres Prabumulih, sejauh mana keterlibatan Kapolres dalam sengketa lahan yang dimaksud?
Kapolres : Nama Yerry banyak. Jadi kalau dilihat daripada itu anda bisa tanyakan kepada yang bersangkutan yakni Eka. Yerry yang mana nama yang dimaksud dalam surat tersebut. Silahkan ditanya kepada yang bersangkutan.
Posmetro Prabu : Ada kemungkinan nama Kapolres dicatut dalam kasus ini?
Kapolres : (bercanda) iya kalau orang ngetop biasanya namanya selalu dicatut. hehehe.
Posmetro Prabu : Dalam status jual beli. Apakah Kapolres mengetahui saat transaksi?
Kapolres : Kalau saya mengetahui tentu ada tandatangan saya disitu. Dan saat ini kasus ini sedang di dalami sampai sejauhmana keabsahan daripada surat atau kepemilikan lahan oleh Eko serta keterkaitan antara Eko dan Lurah. Untuk menanyakan itu sekarang belum bisa dilakukan mengingat kondisi dari pada Lurah maupun Eko masih berada dalam perawatan di Rumah sakit.
Posmetro Prabu : Berarti bisa disimpulkan bahwa Yerry Oskag yang dimaksud dalam surat tanah sebagai salah seorang pemilik lahan bukanlah Kapolres Prabumulih. Namun sangat diragukan karna Yeery dalam surat tanah tersebut ada S.I.K-nya? apa tanggapan Kapolres?
Kapolres : Kenapa kau nak nyudutkan aku terus?
Posmetro Prabu : Begini komandan.. Siapa tau nama Kapolres Prabumulih dicatut oleh oknum tertentu demi kepentingan sesaat.
Kapolres : Berita di Koran kan sudah muncul demikian. Silahkan saja. Mungkin ada dasarnya kalau orang ingin mencatut. Itinya silahkan saja dibuktikan jika benar Kapolres Prabumulih ada keterlibatan soal sengketa tanah di Payuputat. (pp/red)
Posmetro Prabu : Artinya untuk saat ini Polisi telah mengidentifikasi siapa saja yang terlibat dalam kerusuhan di Payuputat?
Kapolres : Iya, namun tidak secepat itu. Kita perlu waktu untuk itu apalagi sekarang kondisinya belum begitu kondusif. Yang penting aman dululah baru pelan-pelan kita lakukan penyelidikan dan penyidikan.
Posmetro Prabu : Maaf sebelumnya, karna sedikit ini menyangkut Nama Kapolres. Didalam salah satu surat tanah didapati nama Yerry Oskag SIK pekerjaan pegawai Polri sebagai salah seorang pemilik lahan. Apakah benar nama tersebut adalah Kapolres Prabumulih? Jika benar nama dimaksud adalah Kapolres Prabumulih, sejauh mana keterlibatan Kapolres dalam sengketa lahan yang dimaksud?
Kapolres : Nama Yerry banyak. Jadi kalau dilihat daripada itu anda bisa tanyakan kepada yang bersangkutan yakni Eka. Yerry yang mana nama yang dimaksud dalam surat tersebut. Silahkan ditanya kepada yang bersangkutan.
Posmetro Prabu : Ada kemungkinan nama Kapolres dicatut dalam kasus ini?
Kapolres : (bercanda) iya kalau orang ngetop biasanya namanya selalu dicatut. hehehe.
Posmetro Prabu : Dalam status jual beli. Apakah Kapolres mengetahui saat transaksi?
Kapolres : Kalau saya mengetahui tentu ada tandatangan saya disitu. Dan saat ini kasus ini sedang di dalami sampai sejauhmana keabsahan daripada surat atau kepemilikan lahan oleh Eko serta keterkaitan antara Eko dan Lurah. Untuk menanyakan itu sekarang belum bisa dilakukan mengingat kondisi dari pada Lurah maupun Eko masih berada dalam perawatan di Rumah sakit.
Posmetro Prabu : Berarti bisa disimpulkan bahwa Yerry Oskag yang dimaksud dalam surat tanah sebagai salah seorang pemilik lahan bukanlah Kapolres Prabumulih. Namun sangat diragukan karna Yeery dalam surat tanah tersebut ada S.I.K-nya? apa tanggapan Kapolres?
Kapolres : Kenapa kau nak nyudutkan aku terus?
Posmetro Prabu : Begini komandan.. Siapa tau nama Kapolres Prabumulih dicatut oleh oknum tertentu demi kepentingan sesaat.
Kapolres : Berita di Koran kan sudah muncul demikian. Silahkan saja. Mungkin ada dasarnya kalau orang ingin mencatut. Itinya silahkan saja dibuktikan jika benar Kapolres Prabumulih ada keterlibatan soal sengketa tanah di Payuputat. (pp/red)
