• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    POSMETRO.ID

    Iklan

    Kriminal

    Pengusaha Ayam Bantah Jadi Biang Timbulnya Lalat

    20 Mei 2013, Mei 20, 2013 WIB Last Updated 2013-06-02T14:03:10Z
    Masukkan scrip iklan disini
    SINDUR, PP--Timbulnya lalat yang bertebaran dilingkungan warung makan yang ada di areal Pemerintah Kota Prabumulih, menimbulkan kegelisahan. Masalahnya, lalat berterbaran, menganggu aktifitas orang yang sedang berada di warung makan ini.

    Pengunjung warung makan pun, merasa sangat terganggu dengan banyaknya lalat bertebaran ini. Salah satu pemilik warung makan ini, Leni yang akrab dipanggil Ceuceu ini pun merasa terganggu dengan hal ini. Dan ia sudah melakukan antisipasi agar lalat tidak semakin banyak, dengan membeli lem khusus yang bisa mengurangi jumlah lalat bertebaran.

    "Cubo cek be dibelakang kito ni, ado peternakan ayam, mungkin  tempat mereka jadi sumber banyaknyo lalat ini," jelas Ceuceu Leni saat ditanya asal mula banyaknya lalat di warungnya.

    Wartawan Posmetro pun menyambangi Peternakan ayam yang ada berada arah ke belakang dari warung milik Ceuceu Leni. Ternyata ada tiga lokasi peternakan ayam petelur yang dimiliki oleh orang yang berbeda. Peternakan pertama dimiiliki oleh Alok, warga jalan Bangau Karang Raja. Saat ditanya kepada pekerja peternakan, mengenai keberadaan sang pemilik, dijelaskan bahwa sang bos jarang berada di lokasi dan hanya berkomunikasi lewat hape. "Bos jarang ke sini (peternakan) kareno lebih banyak diluar kota," jelas Eko salah satu pekerja yang sering berkomunikasi dengan Alok. Eko menjelaskan bahwa di lokasi ini cuma ada beberapa kandang yang diisi dengan ayam petelur, setia hari menghasilkan telur. "Sebelumnya, seluruh kandang yang ada disini, terisi penuh oleh ayam petelur, namun kondisi sekarang sudah berbeda," kata Eko.

    Sementara saat dikonfirmasi via hape kepada Alok sang pemilik peternakan, ternyata yang bersangkutan mengaku sedang berada di Palembang. Ia sendiri tampak bingung saat ditanya sudah berapa lama melakukan usaha peternakan ayam ini. "Aku sedang di Palembang sekarang ini, ado apo ye," jawab Alok.

    Saat ditanyai lebih jauh, Alok terkesan mengelak dan menolak memberikan konfirmasi dengan alasan sedang ada urusan di Palembang dan tidak mengerti maksud pertanyaan dari Posmetro Prabu.

    Wartawan Posmetro Prabu pun bergegas meninggalkan lokasi peternakan ayam milik Alok dan menuju ke lokasi pertenakan ayam milik Abak, yang lokasi berseberangan jalan dengan lokasi peternakan sebelumnya. Kebetulan saat menuju lokasi, sang pemilik peternakan Abak, sedang berada ditempat.

    Saat dikonfirmasi langsung kepada Abak, ia pun membantah kalau timbulnya lalat karena keberadaan lokasi peternakan ayam ini."Idak betul itu, kalu pemilik usaha ayam ini jadi biang timbulnya lalat. Karena kita sendiri sudah mengantisipasi keberadaan lalat di sekitar peternakan, kalaupun ada mungkin ada tempat pembuangan sampah, atau limbah rumah tangga yang tak dibuang dengan benar," jelas Abak.

    Abak pun tak ingin dijadikan kambing hitam karena adanya lalat ini. Peternakan miliknya pun hanya terdapat tujuh kandang ayam yang diisi tak lebih dari seribu ayam petelur. "Kita kalau ada bangkai ayam, akan dikubur ditanah, apalagi saat merebaknya virus flu burung, tak boleh sembarangan orang masuk ke lokasi ini, karena takut akan membawa virus dari luar," tandas Abak. Selain itu, ia tak pernah lupa melakukan pemberian vaksin kepada ayam-ayam petelur ini.

    Sedangkan saat menuju ke lokasi peternakan berikutnya, milik Alam tampak tak ada orang yang mau diajak berkomunikasi dan menghindar dari wartawan Posmetro Prabu.(bmg)
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama