• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    POSMETRO.ID

    Iklan

    Kriminal

    Pengusaha Batubara Bandel, Angkutan Batubara Masih Leluasa Melintas di Prabumulih

    21 Mei 2013, Mei 21, 2013 WIB Last Updated 2013-05-21T16:58:27Z
    Masukkan scrip iklan disini
    SUDIRMAN, PP--Bandelnya para pengusaha Batubara yang masih memaksakan angkutan batubaranya melintas di jalan umum, terutama di Kota Prabumulih, tampaknya makin menjadi-jadi.

    Bagaimana tidak, tiap malam, setiap menjelang maghrib, ratusan angkutan mobil batubara, melintas dengan tenangnya dan tanpa beban apa-apa di Kota Prabumulih. Padahal, Surat Edaran Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang melarang seluruh Angkutan Batubara melintas di seluruh jalan umum di Provinsi Sumsel terhitung tanggal 1 Januari 2013, tampaknya mandul dan disepelekan.

    Bayangkan saja, akibat kebandelan dan mengangkangi aturan dari Gubernur Sumsel ini, tentu membawa konsekuensi tak main-main. Jalan Negara dan jalan Provinsi yang dijadikan lalu lintas, hampir tiap hari dilalui oleh kendaraan besar dengan tonase yang diluar kapasitas, akibatnya, jalan umum ini "rutin" diperbaiki dan bahkan juga "rutin" memakan korban. Padahal sudah disepakati, bahwa pengusaha batubara, membuat jalan sendiri untuk lalu lintas angkutan mereka. Namun, nyatanya, lebih enak menggunakan fasilitas umum dan tak peduli dengan resiko yang akan ditanggung oleh masyarakat.

    Celakanya lagi, para pengusaha menggunakan preman untuk mengamankan usaha mereka, agar angkutan batubara mereka dengan leluasa melintas di jalan umum di Prabumulih. Kabarnya, para pengusaha rela menggelontorkan uang tiap malamnya hampir ratusan juta rupiah, demi agar batubara mereka leluasa melintas, dengan memberi uang kepada para preman, agar mengamankan jalur lintas mereka agar tanpa hambatan.

     Tercatat ada beberapa asosiasi yang dibentuk sebagai tameng pengamanan angkutan lalu lintas batubara ini. Diantaranya Aspebindo, AABKL, CJ GLS dan lain-lain. Anton salah satu pengusaha batubara yang juga (katanya) Sekjen Aspebindo, saat dikonfirmasi oleh Posmetro tak pernah mengangkat hapenya. Terkesan, ia tak peduli dan tak mau dikonfirmasi oleh media.

    Bagaimana dengan aparat kepolisian dan aparat Dishub Kota Prabumulih? Tampaknya setali tiga uang.

    Lalu harus bagaimana lagi, ketika angkutan batubara jelas dilarang melintas di jalan umum terutama di kota Prabumulih, tapi masih bisa lolos dengan tenangnya dimalam hari. Entah sampai kapan aturan dapat dengan jelas dipatuhi. Dan para pengusaha batubara tak seenaknya menggunakan fasilitas umum dan mengeruk keuntungan pribadi.(bmg/dari berbagai sumber)
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama