PANGKUL, PP - Pemicu peristiwa berdarah di Kelurahan Payuputat Selasa (28/05) yang menimbulkan beberapa korban luka parah ternyata disebabkan oleh permasalahan sepele. Sebelum kerusuhan terjadi, tiga orang warga bernama Ap, Tn dan Rsm mendatangi kantor kelurahan dan menghadap keruangan Lurah guna mempertanyakan status tanah wilayat yang dijual secara sepihak oleh lurah kepada pengusaha.
Ketiga warga tersebut Selasa siang itu menurut sumber portal ini langsung mendatangi ruangan lurah. Setelah berada diruangan Lurah terjadi perdebatan kecil dan berakhir pada pemukulan. Salah satu dari ketiga warga menurut sumber melakukan pemukulan terhadap lurah lalu pergi begitu saja. Saat itu Lurah tidak melakukan perlawanan dan masih berada di dalam kantor.
Tak lama kemudian, ketiga warga tadi kembali lagi ke Kantor Kelurahan membawa puluhan warga lainnya. Situasi mulai sedikit tegang manakala warga mulai memadati kantor Kelurahan. Melihat situasi mulai tegang, Lurah menghubungi Polres Prabumulih untuk melakukan pengamanan mengingat situasi sudah tidak kondusif lagi.
Sebelum Polres tiba di Lokasi, di pusat pemerintahan lurah payuputat tersebut sudah dipenuhi oleh massa dari seluruh penjuru Payuputat. Terlebih lanjut sumber, kedatangan Polisi ke TKP ternyata semakin memicu amarah dari warga. Pasalnya lanjut sumber menjelaskan, dalam kasus penjualan tanah ini diduga Kapolres Prabumulih terlibat. Karna dalam salah satu surat tanah ditemukan ada nama Yerry Oskag SIK sebagai salah seorang pemilik lahan yang diduga dijual sepihak oleh Lurah Payuputat Prana Desta SiP, ujar sumber.
Kapolres Prabumulih, AKBP Yerry Oskag SIK, dalam konteks penyebab terjadinya kerusuhan kepada Posmetro Prabu di Kediaman Dinasnya kompleks Polres Prabumulih mengatakan bahwa pemicu kerusuhan terjadi karna warga kecewa oleh kebijakan Lurah yang diduga menjual tanah wilayat desa Payuputat secara sepihak.
"Iya. Pemicunya adalah warga merasa kecewa karna Lurah diduga telah melakukan atau menjual tanah wilayat desa. Kemarin awalnya saya terima laporan itu dari lurah yang menyatakan ada warga yang mendatangi kantor mempertanyakan permasalah lahan yang dijual lurah. Padahal sebenarnya, setelah saya melihat copyan surat tersebut, Lurah hanya sekedar mengetahui bahwa bakal ada. Kenapa saya bilang bakal ada karna memang pada posisi surat kan harus ada saksi-saksi sempadan, ketua RT".
Dikatakan Kapolres, yang tertera dalam surat ternyata belum dilengkapi oleh semua pihak, termasuk saksi sempadan, ketua RT dan RW setempat dan tiba-tiba muncul sebuah surat. Jika di ibaratkan kasus ini seperti jual kucing dalam karung. Alangkah bodohnya si pembeli main beli tanpa lihat dulu barang yang ingin dibeli. Harusnya kan lihat dulu keabsahan daripada surat maupun bentuk lahan yang mau dibeli.
"Saya juga sempat mengorek-ngorek informasi dari beberapa orang yang terlibat dalam kasus ini kemaren. Ternyata memang ini hanya diatas kertas. Bermodalkan surat diatas kertas Eko menawarkan lahan tanpa melihat situasi lapangan, tanpa melihat bentuk daripada lahan itu. Dan pada intinya memang jual beli belum dilakukan dan masih sebatas kelurahan surat yang dimaksud. Apalagi warga disana belum mengerti sejauh mana yang disebut dengan jual beli dan masih awam soal hal-hal yang berkaitan dengan jual beli tanah dan inipulalah yang menjadi puncak dari klericuhan yang terjadi" tegasnya
Disinggung soal siapa sesungguhnya pemilik lahan yang sebenarnya, Kapolres mengatakan, hingga saat ini belum diketahui siapa pemilik lahan.
"Sampai sekarang belum diketahui. Namun berdasarkan surat yang kita lihat, benar bahwa lahan tersebut milik saudara Eka. Namun sejauh ini kita belum mendalami sejauh mana keabsahan daripada surat tersebut apakah ini tanah wilayat. Dan jika lahan tersebut adalah tnah wilayat harusnya terdaftar di pemerintah kota Prabumulih. Saat ini belum kita lakukan pendalaman sejauh itu"
Soal aksi pemukulan dan aksi pengerusakan bangunan milik pemerintah oleh massa di TKP, pihak Kepolisian resort Prabumulih akan memproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.
"Kita tetap proses. Saat ini Polres Prabumulih sedang mendalami kasus tersebut baik melalui data rekaman, Photo dan lainnya. Disana kan terlihat siapa saja pelaku dan siapa pemicu kerusuhan serta siapa aktor provokator akan terlihat dari data rekaman yang sudah kita pegang dan selanjutnya akan dilakukan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut" tegasnya.(pp/01)
BERITA TERKAIT :
- Payuputat Membara : Wako Minta Semua Pihak Redam Emosi
- Kapolres Bantah Terlibat Jual Beli Lahan Payuputat
- Penjualan Lahan Sepihak Dalang Dibalik Kerusuhan Payuputat
- Camat Prabumulih Barat dan Lurah Payuputat Dicopot
- Video Kerusuhan di Payuputat
- Payuputat Membara: Wartawan Sumek Berjibaku di Tengah Amukan Massa
- Payuputat Rusuh, Warga Anarkis
- Payuputat Membara, Lurah Desta Sekarat Dihajar Warga
BERITA TERKAIT :
- Payuputat Membara : Wako Minta Semua Pihak Redam Emosi
- Korban dan Keluarga Korban Minta Pelaku Ditangkap
- Kapolres Bantah Terlibat Jual Beli Lahan Payuputat
- Penjualan Lahan Sepihak Dalang Dibalik Kerusuhan Payuputat
- Camat Prabumulih Barat dan Lurah Payuputat Dicopot
- Video Kerusuhan di Payuputat
- Payuputat Membara: Wartawan Sumek Berjibaku di Tengah Amukan Massa
- Payuputat Rusuh, Warga Anarkis
- Payuputat Membara, Lurah Desta Sekarat Dihajar Warga
