PRABUMULIH, PP-. Puluhan masyarakat Tanjung Miring Kecamatan Sungai Rotan, selasa (28/5)mendatangi Kantor PLN Ranting kota prabumulih, terkait dengan pemindahan trafo listrik yang merupakan hasil sumbangan uang dari masyarakat yang diduga di curi oleh oknum PLN .Sebelum mendatangi PLN, puluhan warga tersebut mendatangi kediaman caleg DPRD Provinsi Sumsel, Edi Riyanto SH MM yang terletak di jalan lekipali guna mengadukan nasib mereka.
Setiba di Kantor PLN Puluhan masyarakat tersebut di sambut langsung oleh manager PLN Kota Prabumulih, Suprayitno di dampingi stafnya di ruang rapat lantai I kantor PLN.
Dalam kesempatan itu,anggta DPRD Kota Prabumulih H.Edi Rianto SH, menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan masyarakat desa tanjung miring kepada menager PLN kota prabumulih ,Dirinya berharap agar kiranya PLN dapat membantu apa yang di keluhkan masyarakat . karena jika masalha ini tidak bisa diselesaikan maka, masyarakat akan demo ke provinsi , edi berharap permasalahan ini cukup sampai di sini saja “ jelas Edi.
Kepala Desa Tanjung Miring Andi menjelaskan kronologis hilangnya trafo tersebut ,sejak tahun 2011 di Desa Tanjung Miring terjadi overload, karena tidak ada tindak lanjut dari PLN warga memutuskan melakukan sumbangan untuk membeli trafo.Kkemudian,trafo tersebut di pasangkan oleh CV Bontan Bersaudara yang merupakan sub dari PLN.namun kurang lebih dua minggu lalu ada oknum PLN yang mencabut trafo tersebut dan menyambungkannya ke Desa Modong Baru.
“Trafo tersebut merupakan trafo yang dibeli secara swadaya yang diperuntukan guna mengatasi overload yang terjadi di desatanjung miring,namun kenapa trafo tersebut malah dipindahkan ke arah Desa Modong Baru, parahnya lagi tidak ada pemberitahuan dari pihak PLN kepada warga atau kepala desa,” Ujarnya.
Masih di jelaskan Andi, dirinya dan warga tidak mengetahui siapa yang melakukan pencabutan trafo tersebut, apakah dari CV Bontan Bersaudara atau dari oknum PLN lainnya.
“Namun salah seorang warga kami, pernah menghubungi seseorang yang bernama Ida, guna mempertanyakan perihal pemindahan trafo tersebut.akan tetapi warga tersebut menjawab pertanyaan warga dengan nada mengancam,”Kata Andi seraya menunjukkan no HP Ida kepada manager PLN Prabumulih. Jika seseorang mengambil sesuatu dirumah orang tanpa seijin tuan rumah itu sama saja dengan Mencuri,” Celetuk salah seorang warga.
Menanggapi hal tersebut,Menager PLN Kota Prabumulih, Suprayitno berjanji akan segera turun kelapangan dan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi.dan untuk sementara ini jaringan trafo ke arah modong baru akan di putuskan. “Saya akan segera kelapangan guna menyelidiki permasalahan ini.apakanh ada oknum PLN yang terlibat atau oknum dari CV Bondan Bersaudara, yang jelas akan kita selidiki dahulu,” Ujarnya
Masih di jelaskan Suprayitno dalam waktu dekat prabumulih akan di jadikan pilar project (percontohan) untuk sambungan PLN.karena di kota Prabumulih ini masih banyak aliran listrik yang belum normal. dengan demikian kita akan berusaha semaksial mungkin agar proyek tersebut dapat berjalan dengan lancar.(win)