PALEMBANG, PP - Ishak Iskandar (26) dan Chandra Saputra (18) keduanya
warga Simpang Sungki, Kecamatan Kertapati, Palembang diringkus polisi.
Pasal kedua pelaku telah melakukan penjambretan tas atas nama korban
Suci Kurnia Utami warga Komplek Griya Sejahtera Blok 00 No 18 RT 10 RW
036, Kecamatan Sako.
Akibat mencoba melawan dan hendak melarikan diri kedua pelaku terpaksa dihadiahi timah panas.
Mirisnya lagi, pelaku Chandra masih berstatus pelajar SMA Swasta di Palembang.
Selain meringkus kedua pelaku, polisi berhasil mengamankan uang tunai Rp200 ribu, 1 buah HP Nokia type Asha C5, 1 buah tas wanita warna merah, 1 unit SPM Jupiter warna putih, dan 1 unit SPM Honda CBR 150 warna putih milik korban.
Kedua pelaku ditangkap, Kamis (26/9) pukul 20.30 Wib.
Informasi yang berhasil dihimpun, tertangkapnya kedua pelaku berdasarkan laporan korban Suci ke Mapolsekta Sako. Bahwa disaat dirinya mengendarai motor jenis Honda CB R 150 No Pol 4393 ZU, tas yang dibawanya baru saja telah dijambret oleh kedua pelaku di Jalan Sematang tepatnya didepan TK Vita Sejahtuera kel/kec sako. Mendapatkan laporan itu, polisi langsung melakukan pengejaran.
Alhasil, didapat kedua pelaku tengah mengendarai motor Yamaha Yupiter tanpa plat (nomor polisi, red) masih di wilayah tempat kejadian perkara (TKP).
Melihat kedua pelaku itu, polisi langsung melakukan penangkapan. Namun kedua pelaku bukan menyerah melainkan mencoba melawan dan melarikan diri.
Polisi yang sudah kesal memberikan tembakan peringatan. Tapi tidak digubris kedua pelaku.
Tak pelak, senjata api polisi langsung diarahkan kepada kedua pelaku. Pelaku kena tembak betis sebelah kiri. Dan pelaku Chandra kena betis sebelah kanan. Kemudian, pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolsekta Sako.
Pelaku Ishak mengakui telah melakukan perbuatan itu. "Aku yang melakukan eksekutor dalam penjambretan itu," kata Ishak.
Bahkan, dikatakan dia, dirinya sudah melakukan penjambretan sebanyak. tujuh kali. Yakni, lima kali di Sako, 1 kali di Lemabang, dan 1 kali di Sukarame. "Rata-rata korban yang kami jambret perempuan," ujar Ishak.
Senada pelaku Chandra mengatakan bahwa dirinya dalam melakukan penjambretan sebagai pembawa motor. "Pada waktu jambret di Sematang itu aku yang bawa motor. Dan, waktu aku jambret samo kawan aku inisial GG, aku yang bawa motor," pungkas Chandra yang mengaku masih sekolah SMA Swasta kelas 3 ini.
AKP Oloan Purba melalui Kanit Reskrim Polsek Sako Ipda Tarmizi SH membenarkan telah menangkap kedua pelaku. "Kedua pelaku itu memang sudah sering melakukan penjambretan," ujarnya.
Untuk itu, ia mengimbau bagi masyarakat yang menjadi korban penjambretan diwilayah Sako, Sukarami, dan Lemabang (IT II, red) bisa mendatangi Polsek Sako. "Ya, siapa tau korban mengenal kedua pelaku ini," ungkap Kanit Reskrim ini.(dn)
Akibat mencoba melawan dan hendak melarikan diri kedua pelaku terpaksa dihadiahi timah panas.
Mirisnya lagi, pelaku Chandra masih berstatus pelajar SMA Swasta di Palembang.
Selain meringkus kedua pelaku, polisi berhasil mengamankan uang tunai Rp200 ribu, 1 buah HP Nokia type Asha C5, 1 buah tas wanita warna merah, 1 unit SPM Jupiter warna putih, dan 1 unit SPM Honda CBR 150 warna putih milik korban.
Kedua pelaku ditangkap, Kamis (26/9) pukul 20.30 Wib.
Informasi yang berhasil dihimpun, tertangkapnya kedua pelaku berdasarkan laporan korban Suci ke Mapolsekta Sako. Bahwa disaat dirinya mengendarai motor jenis Honda CB R 150 No Pol 4393 ZU, tas yang dibawanya baru saja telah dijambret oleh kedua pelaku di Jalan Sematang tepatnya didepan TK Vita Sejahtuera kel/kec sako. Mendapatkan laporan itu, polisi langsung melakukan pengejaran.
Alhasil, didapat kedua pelaku tengah mengendarai motor Yamaha Yupiter tanpa plat (nomor polisi, red) masih di wilayah tempat kejadian perkara (TKP).
Melihat kedua pelaku itu, polisi langsung melakukan penangkapan. Namun kedua pelaku bukan menyerah melainkan mencoba melawan dan melarikan diri.
Polisi yang sudah kesal memberikan tembakan peringatan. Tapi tidak digubris kedua pelaku.
Tak pelak, senjata api polisi langsung diarahkan kepada kedua pelaku. Pelaku kena tembak betis sebelah kiri. Dan pelaku Chandra kena betis sebelah kanan. Kemudian, pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolsekta Sako.
Pelaku Ishak mengakui telah melakukan perbuatan itu. "Aku yang melakukan eksekutor dalam penjambretan itu," kata Ishak.
Bahkan, dikatakan dia, dirinya sudah melakukan penjambretan sebanyak. tujuh kali. Yakni, lima kali di Sako, 1 kali di Lemabang, dan 1 kali di Sukarame. "Rata-rata korban yang kami jambret perempuan," ujar Ishak.
Senada pelaku Chandra mengatakan bahwa dirinya dalam melakukan penjambretan sebagai pembawa motor. "Pada waktu jambret di Sematang itu aku yang bawa motor. Dan, waktu aku jambret samo kawan aku inisial GG, aku yang bawa motor," pungkas Chandra yang mengaku masih sekolah SMA Swasta kelas 3 ini.
AKP Oloan Purba melalui Kanit Reskrim Polsek Sako Ipda Tarmizi SH membenarkan telah menangkap kedua pelaku. "Kedua pelaku itu memang sudah sering melakukan penjambretan," ujarnya.
Untuk itu, ia mengimbau bagi masyarakat yang menjadi korban penjambretan diwilayah Sako, Sukarami, dan Lemabang (IT II, red) bisa mendatangi Polsek Sako. "Ya, siapa tau korban mengenal kedua pelaku ini," ungkap Kanit Reskrim ini.(dn)