• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Bangkai Pesawat ini Jadi Destinasi Baru Incaran Turis Lokal Prabumulih

    25 Maret 2017, Maret 25, 2017 WIB Last Updated 2026-02-09T06:37:22Z
    Masukkan scrip iklan disini

    POSMETRO.ID | PRABUMULIH — Tingkat kunjungan ke Kampung Wisata yang berada di kawasan Jalan Lingkar Timur, Kota Prabumulih, belakangan ini mengalami lonjakan signifikan. Kehadiran bangkai pesawat milik Kartika Airlines disebut menjadi magnet utama yang menarik perhatian masyarakat.


    Mayoritas pengunjung merupakan warga Kota Prabumulih. Sementara itu, wisatawan dari luar daerah mulai berdatangan meski jumlahnya belum terlalu besar. Mereka mengetahui keberadaan pesawat tersebut dari pemberitaan media online maupun unggahan di media sosial yang viral dalam beberapa hari terakhir.


    Rasa penasaran menjadi alasan utama kedatangan para pengunjung. Selain ingin melihat langsung pesawat yang hingga kini belum jelas peruntukannya, banyak warga luar daerah yang heran bagaimana pesawat berukuran besar itu bisa berada di Kota Prabumulih yang notabene belum memiliki bandara.


    “Datangnya sejak jam tiga sore tadi, kak. Sempat bingung juga cari alamatnya. Tanya-tanya warga, akhirnya sampai juga ke lokasi meski harus melewati jalan yang rusak,” ujar Teguh Wardana (29), warga Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, saat ditemui di lokasi Kampung Wisata.


    Lonjakan kunjungan tersebut ternyata belum diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pendukung. Akses jalan menuju Kampung Wisata masih dalam kondisi memprihatinkan dan cukup menyulitkan pengunjung, khususnya yang datang dari luar daerah.


    Teguh pun berharap pemerintah segera melakukan perbaikan akses jalan menuju kawasan wisata tersebut. Pasalnya, jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan minat masyarakat luar untuk berkunjung akan menurun. Apalagi, akses menuju Kampung Wisata Prabumulih saat ini hanya dapat dilalui melalui jalur Jalan Lingkar Timur.


    Pantauan di lapangan, membludaknya pengunjung juga berdampak pada proses perakitan pesawat. Banyak warga yang ingin melihat dari jarak dekat membuat aktivitas para pekerja sempat terganggu. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak pengelola akhirnya memasang garis pembatas di sekitar area perakitan agar proses pekerjaan tetap berjalan lancar.


    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama