• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Tiga Oknum Wartawan di Lahat Dilaporkan Kasus Pemerasan

    10 Juli 2025, Juli 10, 2025 WIB Last Updated 2025-07-10T11:40:35Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID | LAHAT –
    Dugaan pemerasan terhadap Kepala Desa (Kades) Padang Masat, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, menyeruak ke publik setelah pihak keluarga resmi melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Tiga orang oknum wartawan diduga menjadi pelaku pemerasan dengan modus mengancam akan menyebarluaskan sebuah rekaman video pribadi.



    Menurut keterangan perwakilan keluarga, Aprizal, dugaan pemerasan berawal sejak tahun 2024. Video yang menjadi alat pemerasan itu diduga direkam secara sepihak saat sang Kades bertemu dengan seorang perempuan berinisial Ra di salah satu hotel di Kota Lahat.



    "Di dalam video tersebut tidak ada tindakan yang melanggar hukum. Tapi video itu digunakan sebagai alat tekanan agar Kades memberikan sejumlah uang. Totalnya sudah mencapai Rp 45 juta yang diberikan secara bertahap," ujar Aprizal.



    Lebih lanjut dijelaskan, sebelum Hari Raya Idul Adha lalu, masih ada permintaan uang tambahan dari pihak terduga pelaku. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pihak Kades. Tidak lama berselang, video tersebut akhirnya tersebar luas di media sosial dan grup percakapan.



    Tak berhenti sampai di situ, pihak keluarga juga menyoroti aksi unjuk rasa yang sempat digelar sekelompok warga ke Kantor Pemkab Lahat dengan tuntutan agar Kades Padang Masat diberhentikan. Mereka menduga unjuk rasa itu telah dirancang dan disusupi kepentingan politik tertentu.



    “Ada indikasi bahwa ini bukan sekadar kasus pribadi, tapi sudah mengarah ke penggiringan opini publik untuk menjatuhkan Kades dengan cara tidak etis. Maka kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut dugaan pemerasan ini secara objektif dan adil,” tegas Aprizal.



    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan kasus tersebut. Namun pihak keluarga berharap proses hukum berjalan transparan tanpa intervensi dari pihak manapun *dhon

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama