POSMETRO.ID | PRABUMULIH – Suasana berbeda terasa di aula SMKN 1 Prabumulih, ketika deretan siswa-siswi berseragam Pramuka duduk rapi, bukan untuk mendengarkan pelajaran biasa, melainkan pengetahuan yang mungkin akan menjadi bekal seumur hidup mereka yaitu literasi keuangan, Kamis (28/08/2025).
Kegiatan ini digagas oleh FIFGROUP Cabang Prabumulih melalui program CSR bertajuk FIFGROUP Pintar: Jam Sosial Mengajar. Tujuannya sederhana namun bermakna besar, yakni membekali generasi muda dengan keterampilan dasar dalam mengelola keuangan.
Para siswa diajak membuka mata pada realita kehidupan sehari-hari. Salah satunya mengenai fenomena “sandwich generation”, istilah yang kini akrab terdengar, menggambarkan generasi yang harus menanggung biaya hidup orang tua sekaligus anak. Kondisi ini kerap menjerat mereka yang tak menyiapkan strategi finansial sejak dini.
Dalam sesi interaktif, siswa dikenalkan dengan cara sederhana namun penting: membuat anggaran bulanan, membiasakan menabung, menghindari utang konsumtif, hingga langkah awal berinvestasi. “Bicara soal uang bukan hanya milik orang dewasa. Justru sejak remaja kalian perlu belajar agar tidak terjebak kesalahan finansial di masa depan,” ungkap Branch Manager FIFGROUP Prabumulih Muhammad Hisyam Ritonga Branch Manager FIFGroup Prabumulih
Di sesi mengajar ia juga menegaskan komitmen perusahaan untuk ikut membangun kesadaran finansial generasi muda. “Kami ingin anak-anak muda di Prabumulih lebih melek finansial. Literasi keuangan penting agar mereka siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan, termasuk fenomena sandwich generation yang nyata dialami masyarakat kita,” ujarnya.
Sambutan hangat juga datang dari Kepala Sekolah SMKN 1 Prabumulih, Dedi Ardiansyah, ST. M.Si. Ia mengaku kegiatan ini membawa nuansa baru dalam proses belajar.
“Ilmu yang anak-anak dapatkan hari ini jarang sekali dibahas di kelas. Kami berharap program ini bisa terus berlanjut karena sangat bermanfaat,” katanya.
Lebih dari sekadar pembekalan materi, program ini menjadi pengalaman nyata bagi siswa. Mereka belajar bahwa uang bukan sekadar alat transaksi, melainkan kunci masa depan yang harus dikelola dengan bijak.
Melalui Jam Sosial Mengajar ini, harapannya generasi muda Prabumulih tumbuh sebagai pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan finansial. Sebab, belajar sesungguhnya tak melulu dari buku, melainkan juga dari pengalaman dan kesempatan yang datang di luar kelas.
