POSMETRO.ID, PRABUMULIH — Aksi pencurian kotak amal kembali meresahkan warga. Seorang pria tak dikenal terekam kamera pengawas (CCTV) saat diduga mencuri kotak amal di Masjid Al-Fath, Perumahan GPI, Kelurahan Gunung Ibul, Kota Prabumulih, pada Senin (12/1/2026).
Dalam rekaman CCTV yang kini beredar di kalangan warga, pelaku terlihat masuk ke area masjid dengan gerak-gerik mencurigakan. Mengenakan baju kaos hitam dan celana jeans hitam menenteng tas. Setelah memastikan situasi aman, pelaku langsung mendekati kotak amal dan membawanya pergi. Aksi tersebut berlangsung cepat, diduga untuk menghindari perhatian jamaah maupun warga sekitar.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh pengurus masjid saat hendak melaksanakan aktivitas ibadah. Mereka mendapati kotak amal sudah tidak berada di tempat semula. Setelah dicek melalui rekaman CCTV, barulah diketahui bahwa kotak amal tersebut raib dibawa seorang pria.
“Kotak amal itu isinya sumbangan jamaah untuk kepentingan masjid. Sangat disayangkan, apalagi ini rumah ibadah,” ujar salah seorang warga Perumahan GPI yang enggan disebutkan namanya, Selasa (13/1/2026).
Warga lainnya mengaku resah dengan kejadian tersebut. Menurut mereka, pencurian di tempat ibadah bukan hanya merugikan secara materi, tetapi juga melukai nilai moral dan rasa aman masyarakat.
“Kalau sudah berani mencuri di masjid, ini sangat meresahkan. Kami berharap pelaku segera tertangkap agar ada efek jera,” kata warga lainnya.
Pengurus Masjid Al-Fath bersama warga berencana melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dengan membawa bukti rekaman CCTV. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat segera menindaklanjuti kasus ini dan mengungkap identitas pelaku.
Warga sekitar juga berharap penegakan hukum dapat berjalan tegas agar kejadian serupa tidak terulang, khususnya di lingkungan rumah ibadah. Selain itu, warga berkomitmen meningkatkan kewaspadaan dan keamanan lingkungan sebagai langkah pencegahan ke depan.
“Kami percaya pihak kepolisian akan bekerja maksimal. Semoga pelaku cepat ditangkap dan kejadian ini menjadi yang terakhir,” tutup salah seorang tokoh masyarakat setempat.

