POSMETRO.ID | PALEMBANG – Di tengah hiruk pikuk Kota Palembang yang terus berlari menuju modernitas, ada satu sudut yang justru mengajak pengunjungnya untuk melambat. Di Jalan Talang Kerangga atau Jalan Bambu No 5, 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat Kota Palembang ini, berdiri sebuah bangunan tua bergaya kolonial yang kini menjelma menjadi tempat nongkrong kekinian bernama “Coffee and Me.”
Dari luar, tampak jelas sisa-sisa arsitektur Belanda yang masih terawat: jendela tinggi berdaun kayu, kusen tebal, dan dinding yang bercerita tentang masa lalu. Namun begitu melangkah masuk, aroma kopi yang hangat segera menyambut, berpadu dengan alunan musik pop khas Cafe yang lembut.
Pemiliknya, Romulus Dewa Ruci, mengaku tak ingin sekadar membuka kedai kopi biasa. Sukses dengan Brand "Coffe & Me" di Kota Prabumulih, Lahat, Baturaja, Ia pun ingin menghadirkan pengalaman baru dengan nuansa klasik di Kota Pempek Palembang.
“Saya ingin orang datang bukan cuma untuk ngopi, tapi juga menikmati suasana, merasakan nostalgia sambil bersantai menyusuri waktu” ujarnya sambil tersenyum kepada POSMETRO.ID.
Konsep Coffee and Me memang unik. Setiap sudutnya ada saja perabotan klasik — kursi gantung rotan, lampu gantung antik, hingga peralatan tua yang sengaja dipajang sebagai dekorasi. Di dinding, tergantung Wooden Quote Board yang semakin menambah suasana tematik Cafe yang seakan membawa pengunjung kembali ke masa kolonial.
Meski tampil klasik, menu yang ditawarkan tetap kekinian. Ada Vietnam drip coffe, Americano, Espresso, Caffe Latte dan Lainnya hasil racikan khas dengan sentuhan karamel dan susu lembut, hingga berbagai camilan modern, camilan masa dulu seperti Ubi Goreng, Pisang Goreng, Donat, Roti Bakar Kampung dan berbagai minum serta Juice lainnya.
Di akhir pekan, Coffee and Me Palembang layak menjadi tempat favorit anak muda untuk menghabiskan waktu. Banyak pengunjung datang sekadar untuk bekerja di depan laptop, membaca buku, atau sekadar berbincang santai.
“Tempatnya nyaman banget, kayak di rumah oma-oma Belanda tapi versi modern,” canda Rani, salah satu pengunjung yang datang bersama temannya sore itu.
Bagi sebagian orang, Coffee and Me bukan sekadar kafe. Ia adalah pertemuan antara masa lalu dan masa kini — antara nostalgia dan cita rasa. Bangunan tua yang dulu mungkin sepi dan terlupakan, kini kembali hidup dengan tawa dan aroma kopi yang menenangkan.
Di kota yang terus tumbuh, Coffee and Me adalah ruang kecil untuk berhenti sejenak. Menyeruput kopi, dan mengenang masa yang berjalan perlahan.
*Jun M





