• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    POSMETRO.ID

    Iklan

    Kriminal

    Kopi Lahat Go Internasional, 19,8 Ton Liberika Dilepas ke Malaysia

    13 November 2025, November 13, 2025 WIB Last Updated 2025-11-13T07:02:56Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID, LAHAT –
    Langkah besar diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat. Sebanyak 19,8 ton kopi jenis Liberika resmi diekspor ke Malaysia, menandai babak baru bagi komoditas unggulan asal Bumi Seganti Setungguan ini.



    Pelepasan ekspor perdana tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, pada Senin (10/11/2025). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa ekspor ini bukan hanya capaian seremonial, melainkan bukti nyata hasil bumi Lahat mampu bersaing di pasar global.



    " Ini bukan sekadar pengiriman pertama, tapi tonggak sejarah bagi petani kita. Produk lokal bisa menembus pasar luar negeri dengan kualitas terbaik,” ujar Bursah.



    Kopi yang dikirim ke Negeri Jiran tersebut mayoritas berasal dari Desa Serambi, Kecamatan Jarai, yang dikenal sebagai salah satu sentra kopi Liberika di Kabupaten Lahat. Proses panen, penjemuran, dan sortasi dilakukan secara tradisional namun memenuhi standar ekspor.



    Suharno (45), petani asal Jarai, mengaku bangga hasil panen mereka akhirnya diakui dunia.



    "Biasanya kami jual ke pengepul lokal. Sekarang kopi kami sudah sampai luar negeri. Semoga harga di tingkat petani juga makin baik,” katanya.



    Menurut data Dinas Perkebunan dan Perdagangan Lahat, produksi kopi di daerah ini mencapai sekitar 56.000 ton per tahun, didominasi jenis Robusta dan Liberika. Pemkab Lahat kini tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok dan pengolahan hasil.



    “Target kami ke depan bukan hanya ekspor biji mentah, tapi juga produk olahan siap saji. Kopi Lahat harus punya merek sendiri,” tegas Bursah.



    Pemkab juga merencanakan perluasan lahan kopi Arabika seluas 2.000–3.000 hektare dan pembangunan pabrik pengolahan kopi di kawasan perbukitan untuk meningkatkan nilai tambah petani.


    Sebelum diberangkatkan, seluruh kopi Liberika telah melalui pemeriksaan ketat dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan, guna memastikan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan dan sesuai standar internasional.



    Ekspor dilakukan melalui kerja sama antara Pemkab Lahat dan perusahaan eksportir yang sebelumnya menandatangani nota kesepahaman (MoU).



    Pelepasan ekspor ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Harga kopi di tingkat petani mulai menunjukkan kenaikan, sementara permintaan bibit Liberika meningkat.
    Bagi para pelaku usaha kecil, seperti warung kopi dan penyedia jasa transportasi, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru.


    "Selama ini kopi Lampung yang sering kita dengar ekspor. Sekarang kopi Lahat pun bisa. Ini kebanggaan buat kami,” kata Rosidah (37), warga Kecamatan Jarai.



    Dengan keberhasilan ekspor perdana 19,8 ton kopi Liberika ke Malaysia, Lahat kini masuk radar peta ekspor komoditas Sumatera Selatan. Pemerintah daerah menilai capaian ini sebagai titik awal menuju kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.



    "Kita ingin petani lebih sejahtera dan produk kita dikenal di luar negeri. Ini langkah pertama dari perjalanan panjang,” tutup Bursah.




    Editor: Redaksi Posmetro
    Kategori: Ekonomi | UMKM | Perdagangan
    Tag: #KopiLiberika #EksporLahat #EkonomiSumsel #BursahZarnubi


    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama