POSMETRO.ID | OKI — Pendekatan budaya dipilih Polres Ogan Komering Ilir (OKI) untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Melalui pagelaran wayang kulit yang digelar di Lapangan Mapolres OKI, Jumat malam (23/1/2026), polisi menghadirkan ruang silaturahmi yang hangat, penuh hiburan, sekaligus sarat pesan moral.
Pagelaran wayang kulit dengan lakon Parikesit Wisuda ini berlangsung meriah dan menyedot perhatian ratusan warga. Tidak sekadar tontonan, wayang kulit menjadi medium komunikasi yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai kebijaksanaan, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menegaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap pelestarian budaya lokal.
“Melalui pendekatan budaya seperti ini, kami ingin membangun kedekatan emosional dengan masyarakat, sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang relevan dengan kehidupan saat ini,” ujar Kapolres.
Suasana kebersamaan semakin terasa dengan hadirnya unsur Forkopimda OKI, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta jajaran pemerintah daerah. Kehadiran mereka menambah kekhidmatan sekaligus mempertegas dukungan terhadap upaya Polres OKI dalam membangun komunikasi yang humanis dengan masyarakat.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga. Selain menjadi hiburan gratis, pagelaran wayang kulit dinilai mampu mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat, sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya tradisional di tengah arus modernisasi.
Polres OKI berharap, kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai bagian dari strategi membangun keamanan dan ketertiban masyarakat yang berlandaskan kebersamaan, dialog, dan kearifan lokal.
