• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Diduga Keracunan MBG, 153 Siswa di Dirawat di RS

    11 Februari 2026, Februari 11, 2026 WIB Last Updated 2026-02-11T03:58:49Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID | SIDIKALANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Sebanyak 153 siswa/siswi SMK HKBP Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu MBG pada Senin (9/2/2026).


    Gejala mulai dirasakan para siswa sejak sore hari, mulai dari diare, muntah-muntah hingga keluhan kesehatan lainnya yang mengarah pada dugaan keracunan makanan. Menu MBG tersebut diketahui disediakan oleh SPPG Palapa 3.


    Sekretaris Satgas Percepatan MBG Dairi, Agel Siregar, dalam keterangannya Rabu (11/2/2026) pagi, menyebutkan dari total 153 siswa yang terdampak, sebanyak 79 orang dirawat di RSUD Sidikalang dan 74 lainnya dirawat di RSU Serenapita.


    “Syukurlah kondisi mereka sudah bisa diatasi. Saat ini yang masih dirawat tinggal 79 orang, sisanya sudah diperbolehkan pulang. Untuk biaya pengobatan seluruhnya ditanggung BGN Pusat,” ujar Agel.


    Sebagai langkah awal penanganan, dapur penyedia makanan langsung dibekukan sementara menunggu hasil investigasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.


    Hal senada disampaikan Bupati Dairi, Vigner Sinaga. Ia mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Saat insiden terjadi, dirinya tengah berada di Jakarta untuk menghadiri rapat bersama BGN Pusat di Sentul.


    “Sudah langsung ditangani BGN Pusat. Dapur dimaksud disetop sementara sesuai surat nomor 382D.TWS/02/2026 tertanggal 10 Februari 2026. Saat ini sedang diteliti pihak berkompeten,” ujar Vigner melalui pesan WhatsApp.


    Ia menegaskan akan meminta seluruh pihak terkait lebih teliti dalam bekerja, termasuk pengujian bahan baku, sampel air, kebersihan dapur, hingga proses produksi dan distribusi.


    “Jangan lengah sedikit pun. Termasuk pengawasan terhadap pelaksana dan seluruh proses produksi,” tegasnya.


    Namun hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan Dairi dr. Henri Manik belum memberikan tanggapan atas konfirmasi media. Begitu pula Korwil MBG Dairi Pahlawan Nasution yang belum dapat dimintai keterangan.


    Insiden ini memunculkan pertanyaan serius terkait sistem pengawasan program MBG di daerah. Pemerintah kabupaten memiliki peran krusial dalam pembentukan Satgas, penyediaan infrastruktur dapur, pengawasan kualitas makanan, hingga monitoring distribusi.


    Dinas Kesehatan bersama puskesmas seharusnya menjadi garda terdepan dalam pengawasan dari hulu hingga hilir guna mencegah insiden serupa.


    Evaluasi terhadap sistem pengawasan daerah pun dinilai penting agar kejadian ini tidak kembali terulang.


    Sehari Sebelumnya, Kasus Serupa Terjadi di Ogan Ilir


    Kasus di Dairi ini menambah daftar kejadian dugaan keracunan makanan program MBG yang terjadi di daerah. Sehari sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.


    Puluhan siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG. Pemerintah daerah setempat langsung melakukan penanganan medis dan evaluasi terhadap dapur penyedia.


    Rangkaian kejadian dalam waktu berdekatan ini menjadi alarm serius bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memperketat standar keamanan pangan, pengawasan distribusi, serta kontrol kualitas bahan baku.


    Program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi dan kualitas generasi muda diharapkan tidak tercoreng oleh lemahnya pengawasan teknis di lapangan.

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama