POSMETRO.ID | SIDIKALANG – Ketua Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Dairi, Wahyu Daniel Sagala, meluruskan kesalahpahaman yang sempat terjadi terkait belum beroperasinya Dapur Umum SPPG Yayasan Kisah Nyata Dairi.
Sebelumnya, relawan Dapur SPPG Yayasan Kisah Nyata Dairi diundang mengikuti pertemuan yang digelar di Dapur Umum MBG Yayasan Kisah Nyata Dairi, Jalan A. Yani, Sidikalang, Kamis (5/2/2026). Undangan tersebut disampaikan Koordinator Dapur MBG, Bahlil Angkat, melalui grup WhatsApp SPPG Kisah Nyata. Sebanyak 47 relawan, Kepala Dapur, dan Koordinator Dapur hadir dalam pertemuan itu.
Pertemuan digelar menyusul belum terlaksananya launching Dapur SPPG Yayasan Kisah Nyata Dairi akibat belum terbitnya persetujuan administratif dari Plt Camat Sidikalang, Syafiah Fitri Berutu. Berkas persetujuan yang diperlukan sebagai syarat operasional SPPG diketahui belum ditandatangani.
Dalam pertemuan tersebut, Bahlil Angkat yang ditugaskan pihak yayasan menyampaikan kemungkinan Dapur Umum SPPG Yayasan Kisah Nyata Dairi belum dapat beroperasi. Penyampaian itu berlangsung penuh haru dan disambut suasana hening dari para relawan yang selama ini menaruh harapan besar untuk segera bekerja.
Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu juga dihadiri dua orang ahli gizi. Sejumlah relawan tampak terpukul mendengar kemungkinan tertundanya operasional dapur yang telah lama mereka nantikan.
Di tengah suasana tersebut, salah satu relawan, Nelli Sihombing, menyampaikan usulan agar para relawan berupaya langsung memperjuangkan kelanjutan operasional SPPG. Ia mengusulkan dua langkah, yakni mendatangi Kantor Camat Sidikalang atau menemui langsung Bupati dan Wakil Bupati Dairi.
“Bagaimana kalau kita beramai-ramai ke Kantor Camat atau ke Kantor Bupati untuk memohon agar dapur kita bisa segera dilaunching?” ujar Nelli yang disambut persetujuan seluruh relawan.
Akhirnya, para relawan sepakat menuju Kantor Bupati Dairi untuk memohon campur tangan pemerintah daerah. Dengan menggunakan dua mobil pick up box, puluhan relawan berangkat ke kantor bupati.
Setibanya di Kantor Bupati Dairi, rombongan relawan yang datang tanpa pemberitahuan sebelumnya berkesempatan bertemu langsung dengan Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan MBG Dairi. Pertemuan berlangsung di aula rapat Kantor Bupati Dairi dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Mewakili para relawan dan Yayasan Kisah Nyata Dairi, Nelli Sihombing menyampaikan tujuan kedatangan mereka.
“Kami sangat berharap dapur MBG kami bisa segera beroperasi. Kami sudah lama menunggu dan sangat membutuhkan pekerjaan ini. Kami mohon campur tangan Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati,” ujarnya dengan suara terbata-bata.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Satgas Percepatan MBG Dairi, Agel Siregar, menjelaskan bahwa seluruh sekolah di Kecamatan Sidikalang saat ini telah terlayani oleh SPPG yang sudah beroperasi. Karena itu, diperlukan pemetaan ulang agar pemerataan penerima manfaat dapat dilakukan.
“Dalam rapat pemetaan nanti, penerima manfaat akan dibagi dari tujuh SPPG yang sudah berjalan, termasuk untuk Yayasan Kisah Nyata. Terkait miskomunikasi yang sempat terjadi, camat sebelumnya belum memahami aturan yang berlaku. Setelah dijelaskan, barulah dipahami,” jelas Agel.
Ia menambahkan, rapat pemetaan dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang, dan operasional Yayasan Kisah Nyata Dairi diperkirakan dapat dimulai pada Selasa.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan para relawan.
Sementara itu, Ketua Satgas Percepatan MBG Dairi, Wahyu Daniel Sagala, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Dairi memahami pentingnya program tersebut bagi para relawan, namun seluruh tahapan harus tetap mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku.
“Kami memahami betul betapa pentingnya pekerjaan ini bagi bapak dan ibu semua, apalagi dalam kondisi ekonomi saat ini. Namun semua tetap harus dijalankan sesuai aturan,” ujarnya.
Wahyu juga menjelaskan bahwa keterlambatan operasional bukan hal yang hanya dialami Yayasan Kisah Nyata. Beberapa SPPG lain di Dairi juga baru beroperasi setelah melalui proses panjang, seperti SPPG Sosor Lontung, Lae Parira, dan Kecamatan Berampu.
“Terkait miskomunikasi yang terjadi, mohon jangan dibesar-besarkan. Plt Camat Sidikalang baru menjabat dan masih menyesuaikan. Beliau juga sudah menyampaikan permohonan maaf,” kata Wahyu.
Ia berharap rapat pemetaan yang dijadwalkan dapat menjadi solusi sehingga seluruh persoalan dapat diselesaikan dengan baik.
“Mudah-mudahan Senin nanti semuanya jelas. Semua ini ada hikmahnya, dan pelaksanaannya harus sesuai mekanisme,” tutup Wahyu.
