POSMETRO.ID, PRABUMULIH – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan di tingkat lokal. Jajaran Polsek Prabumulih Timur bersama TNI dan pemerintah kelurahan melaksanakan pendampingan panen jagung di atas lahan seluas kurang lebih 500 meter persegi di Jalan Mekarsari RT 03 RW 04, Kelurahan Majasari, Kecamatan Prabumulih Selatan, Jumat (20/02/2026).
Kapolsek Prabumulih Timur, Iptu Ulta Deanto, S.H., menegaskan bahwa pemanfaatan lahan produktif, meskipun tidak terlalu luas, memiliki dampak besar jika dikelola secara konsisten dan terorganisir.
“Lahan kurang lebih 500 meter persegi ini membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari skala kecil. Jika setiap wilayah memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif, maka kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional akan sangat signifikan,” tegas Kapolsek.
Menurutnya, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan implementasi nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung kesejahteraan warga.
“Kami hadir memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, sekaligus memberi motivasi agar masyarakat tidak ragu mengelola potensi lahannya. Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Jika pangan kuat, ekonomi stabil, maka keamanan wilayah pun terjaga,” tambahnya.
Kapolsek juga mendorong warga memanfaatkan setiap jengkal lahan kosong di lingkungan masing-masing untuk ditanami komoditas produktif seperti jagung, cabai, atau tanaman pangan lainnya.
Sementara itu, Lurah Majasari, Susi Windasari, SKM, menyambut baik optimalisasi lahan 500 meter persegi tersebut sebagai contoh konkret pemberdayaan masyarakat.
“Apa yang dilakukan hari ini adalah bukti bahwa ketahanan pangan dimulai dari kelurahan. Kami siap mendorong pemanfaatan lahan-lahan kosong agar menjadi produktif dan memberi nilai ekonomi bagi warga,” ujarnya.
Ia menegaskan, pihak kelurahan akan terus berkoordinasi dengan kelompok tani dan dinas terkait agar program seperti ini berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
PLH Danramil 404-02/Prabumulih, Mayor Arm Broto Santoso, mengapresiasi sinergi TNI–Polri dan pemerintah kelurahan dalam mendukung program pangan.
“Lahan 500 meter persegi mungkin terlihat kecil, tetapi jika dikelola dengan baik dan direplikasi di banyak titik, dampaknya akan besar bagi ketahanan wilayah. Sinergi seperti ini yang harus terus diperkuat,” tegasnya.
Menurutnya, ketahanan pangan merupakan bagian dari ketahanan teritorial yang berpengaruh langsung terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Hal senada juga disampaikan pemilik lahan KWT MKM Prabusari, Yanto. Ia mengaku bangga karena lahan yang sebelumnya kurang optimal kini mampu menghasilkan panen jagung yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Ini bukti bahwa lahan terbatas pun bisa produktif kalau dikelola dengan serius dan didukung bersama. Kami berharap program seperti ini terus berjalan agar petani semakin mandiri,” ujarnya.
sementara itu, warga sekitar juga mengaku termotivasi dengan keberhasilan pemanfaatan lahan tersebut.
Salah seorang warga mengatakan bahwa kehadiran aparat dan pemerintah memberi dorongan moral bagi masyarakat untuk ikut mengelola lahan kosong di lingkungan masing-masing.
“Kalau lahan kecil saja bisa panen, berarti kami juga bisa memanfaatkan pekarangan rumah. Ini jadi contoh nyata bagi warga,” ungkapnya.
Dengan pemanfaatan lahan sekitar 500 meter persegi ini, Kelurahan Majasari menunjukkan bahwa gerakan ketahanan pangan tidak harus dimulai dari proyek besar, melainkan dari langkah nyata dan konsisten di tingkat paling dasar masyarakat. Sinergi TNI–Polri, pemerintah kelurahan, dan kelompok tani menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan kemandirian pangan dari daerah untuk Indonesia.
