• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Usai Santap MBG, Belasan Santri Ponpes Al-Ittifaqiah Dilarikan ke RS

    10 Februari 2026, Februari 10, 2026 WIB Last Updated 2026-02-10T14:26:08Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID | OGAN ILIR – Kasus belasan santri Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya yang harus menjalani perawatan medis di RS Ar Royan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi perhatian serius. Hingga Selasa (10/2/2026), sedikitnya 15 orang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, dengan tujuh di antaranya dirawat inap.


    Meski belum ada kesimpulan resmi, kesamaan waktu konsumsi dan gejala membuat MBG menjadi salah satu faktor yang tengah didalami oleh pihak pesantren dan rumah sakit.


    Humas RS Ar Royan, Iklim Cahya, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal dokter, terdapat indikasi gangguan akibat konsumsi makanan.


    “Masih indikasi awal. Dari keterangan dokter yang merawat, ada dugaan salah makan. Saat ini kondisi pasien sudah mulai membaik,” ujarnya.


    Keterangan para pasien menunjukkan pola yang hampir seragam. Salah satu santri, Mgs Fathan, mengaku menyantap MBG sekitar pukul 09.50 WIB, lalu mulai merasakan sakit perut hebat, mual, dan muntah sekitar empat jam kemudian.


    “Rasanya saat makan biasa saja. Tapi beberapa jam kemudian perut sakit seperti ditarik-tarik, lalu mual dan muntah,” katanya.


    Gejala serupa juga dialami santri lain, bahkan seorang wali santri yang ikut mengonsumsi MBG yang dibawa pulang anaknya.


    Fakta adanya wali santri yang turut mengalami gangguan kesehatan menjadi perhatian tersendiri. Hal ini menunjukkan bahwa keluhan tidak hanya dialami santri di lingkungan pondok, tetapi juga oleh pihak lain yang mengonsumsi makanan yang sama.


    Ibu Fathan, Yona, menyebut anaknya muntah hingga delapan kali sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.


    “Setelah dijemput, sempat saya beri minum air kelapa, tapi masih muntah. Karena khawatir, langsung kami bawa ke rumah sakit,” ujarnya.


    Pihak Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah melalui Humas Ferry Heryadi menegaskan bahwa pihaknya belum menyimpulkan penyebab pasti dan masih menunggu hasil pendalaman.


    “Kami belum bisa memastikan apakah ini keracunan MBG atau bukan. Yang jelas, kasus ini sedang kami dalami dan kami terus memantau kondisi santri,” katanya.


    Ferry juga menyebut pihak dapur MBG bersikap kooperatif dan menyatakan kesediaan untuk bertanggung jawab penuh terhadap biaya pengobatan.


    “Pihak dapur menyampaikan akan menanggung seluruh biaya perawatan pasien dan terus mendampingi proses pengobatan,” ujarnya.


    Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG MBG yang secara khusus melayani Ponpes Al-Ittifaqiah belum memberikan keterangan resmi. Diketahui, dapur tersebut melayani sekitar 2.925 santri dari berbagai jenjang pendidikan.


    Kasus ini masih terus dipantau, sementara publik menanti kejelasan hasil pemeriksaan medis dan evaluasi distribusi MBG, guna memastikan keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi ribuan santri setiap harinya.


    *Sli

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama