POSMETRO.ID, OGAN ILIR – Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir bersama Polres Ogan Ilir memperkuat sinergitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Ruang Rapat Utama KPT Tanjung Senai, Rabu (15/04/2026).
Rakor tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, Kapolres Ogan Ilir Bagus Suryo Wibowo, unsur Forkopimda, perwakilan TNI, BMKG, BPBD, pihak perusahaan, serta para camat dan kepala desa se-Kabupaten Ogan Ilir.
Dalam sambutannya, Bupati Panca Wijaya Akbar menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla yang berpotensi menimbulkan bencana asap dengan dampak luas terhadap kesehatan, lingkungan, dan perekonomian.
“Rapat koordinasi ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat penanggulangan karhutla, khususnya dampak asap yang ditimbulkan. Kita semua harus berperan aktif agar kebakaran tidak meluas,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Bagus Suryo Wibowo menekankan bahwa penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama yang solid dari seluruh pihak, termasuk masyarakat dan perusahaan.
“Kita harus mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Penanganan di lapangan juga harus cepat dan terpadu agar api tidak meluas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa bencana asap akibat karhutla dapat berdampak serius, mulai dari gangguan kesehatan, terganggunya transportasi akibat jarak pandang terbatas, hingga kerugian ekonomi seperti gagal panen dan distribusi logistik.
Dalam rakor tersebut, BMKG memprediksi wilayah Sumatera Selatan akan memasuki musim kemarau pada Mei hingga Juni 2026, dengan puncaknya pada Juli hingga Agustus. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan titik panas (hotspot) dan risiko kebakaran lahan.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Ogan Ilir memaparkan kesiapan sarana dan prasarana serta rencana aksi penanggulangan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan posko siaga, penyediaan peralatan pemadaman, hingga kesiapan personel di lapangan.
Adapun sejumlah langkah strategis yang disepakati dalam rakor tersebut antara lain mengedepankan upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat, mengoptimalkan patroli terpadu di wilayah rawan, serta membentuk dan mengaktifkan posko siaga karhutla di tingkat kecamatan dan desa.
Selain itu, keterlibatan perusahaan dalam penyediaan sarana prasarana dan tim penanggulangan juga menjadi perhatian, termasuk kesiapan pemadaman dini secara cepat serta koordinasi bantuan pemadaman melalui udara jika diperlukan. Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan juga akan dilakukan secara tegas.
Melalui forum ini, seluruh peserta sepakat bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Rakor ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama guna meminimalisir dampak bencana asap akibat karhutla di Kabupaten Ogan Ilir, terutama menjelang musim kemarau 2026.
