• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Tekan Inflasi, TP PKK Prabumulih Gelar Gerakan Pangan Murah

    30 April 2026, April 30, 2026 WIB Last Updated 2026-04-30T10:17:42Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID, PRABUMULIH – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Prabumulih, Linda Apriana Arlan, membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai, Kamis. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah menahan tekanan inflasi yang belakangan berdampak pada daya beli masyarakat.


    Di tengah fluktuasi harga bahan pokok, intervensi melalui operasi pasar murah dinilai masih menjadi instrumen cepat untuk menjaga keterjangkauan. Pemerintah daerah, melalui sinergi lintas organisasi perangkat daerah, mencoba menghadirkan komoditas dengan harga lebih rendah dari pasar.


    “Gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” kata Linda dalam sambutannya.


    Inflasi, menurut dia, tidak bisa dilihat semata sebagai angka statistik. Kenaikan harga yang tidak terkendali akan langsung terasa di tingkat rumah tangga, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Karena itu, pengendalian inflasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha hingga masyarakat.


    Pendekatan yang dilakukan, lanjutnya, tidak berhenti pada operasi pasar. Pemerintah juga mendorong penguatan produksi lokal, kelancaran distribusi barang, serta pengawasan harga di tingkat pasar. Di sisi lain, edukasi konsumsi yang bijak kepada masyarakat menjadi bagian dari strategi jangka menengah.


    “Kalau produksi kuat, distribusi lancar, dan masyarakat bijak dalam konsumsi, tekanan harga bisa ditekan,” ujarnya.


    Kegiatan di Cambai ini melibatkan sejumlah instansi, antara lain Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik, serta dukungan lembaga penegak hukum dan aparat keamanan. Hadir pula perwakilan Bulog, kepolisian, BNN, unsur TNI, hingga perangkat kelurahan.


    Sejumlah warga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah. Namun, efektivitas program semacam ini tetap bergantung pada kesinambungan pasokan dan pengawasan di lapangan. Tanpa itu, intervensi harga berisiko hanya memberi efek jangka pendek.


    Gerakan pangan murah, dengan demikian, bukan solusi tunggal. Ia menjadi bagian dari rangkaian kebijakan yang lebih luas dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah—sebuah pekerjaan yang menuntut konsistensi, bukan sekadar respons sesaat.

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama