• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Menanam Bahasa Inggris Sejak Dini, Langkah Kecil Kampung Inggris Prabumulih Menuju Indonesia Emas

    15 Juni 2026, Juni 15, 2026 WIB Last Updated 2026-06-15T09:50:37Z
    Masukkan scrip iklan disini


    Oleh: Redaksi POSMETRO.ID

    Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kemampuan berbahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah. Bahasa internasional itu telah menjadi salah satu keterampilan penting yang menentukan daya saing generasi muda di masa depan.


    Kesadaran itulah yang melatarbelakangi LKP Kampung Inggris Prabumulih menggelar Lomba Bahasa Inggris Tingkat Kota Prabumulih untuk ketiga kalinya pada Minggu (14/6/2026) di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih.


    Bagi sebagian orang, perlombaan Spelling Bee, Story Telling, dan Speech mungkin hanya terlihat sebagai kompetisi biasa. Namun bagi Rismaida, SE, Ketua Panitia Pelaksana, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya panjang membangun budaya literasi global di kalangan pelajar.


    "Kami ingin mendekatkan Bahasa Inggris kepada para pelajar. Selama ini minat dan keberanian siswa dalam menggunakan Bahasa Inggris masih relatif rendah. Padahal kemampuan ini sangat penting untuk menghadapi tantangan global," ujarnya.


    Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Di banyak sekolah, Bahasa Inggris masih sering dianggap mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. Tidak sedikit siswa yang memahami teori, namun kurang percaya diri saat harus berbicara atau tampil di depan umum menggunakan Bahasa Inggris.


    Karena itu, Kampung Inggris Prabumulih memilih pendekatan yang lebih menyenangkan melalui kompetisi. Anak-anak diajak belajar tanpa tekanan, sekaligus mengasah keberanian dan rasa percaya diri.


    Sejak pertama kali digelar pada 2023, jumlah peserta terus menunjukkan peningkatan. Tahun ini sebanyak 78 peserta dari berbagai sekolah tingkat SD, SMP hingga SMA ambil bagian dalam perlombaan.


    Angka tersebut menjadi sinyal positif bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penguasaan Bahasa Inggris mulai tumbuh.


    "Alhamdulillah setiap tahun antusiasme peserta meningkat. Ini menunjukkan bahwa anak-anak dan orang tua mulai melihat Bahasa Inggris sebagai kebutuhan masa depan," kata Rismaida.


    Namun bagi panitia, kemenangan bukanlah tujuan utama.


    Dalam lomba Spelling Bee misalnya, peserta tidak hanya dituntut mampu mengeja kata dengan benar. Mereka juga dinilai dari kecepatan menjawab, ketelitian, konsentrasi, penguasaan kosakata hingga kemampuan memahami instruksi dengan baik.


    Nilai-nilai itu sesungguhnya merupakan keterampilan hidup yang dibutuhkan generasi masa depan.


    Anak-anak belajar berpikir cepat. Mereka belajar menghadapi tekanan. Mereka belajar menerima kemenangan maupun kekalahan dengan sportif.


    Di balik trofi dan sertifikat yang diterima para juara, terdapat proses pembentukan karakter yang jauh lebih penting.


    Rismaida meyakini bahwa Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi global, mental yang kuat, dan keberanian bersaing di tingkat internasional.


    Karena itulah, Kampung Inggris Prabumulih tidak ingin berhenti hanya pada perlombaan siswa.


    Ke depan, lembaga tersebut berencana menggelar kompetisi dan program pengembangan khusus bagi guru Bahasa Inggris se-Kota Prabumulih.


    Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari peningkatan kapasitas para pendidik.


    "Kalau gurunya berkembang, maka siswanya juga akan berkembang. Kami ingin menciptakan ekosistem pembelajaran Bahasa Inggris yang semakin baik di Kota Prabumulih," jelasnya.


    Harapan itu sejalan dengan kebutuhan dunia kerja dan pendidikan saat ini. Banyak peluang beasiswa, pendidikan tinggi, hingga profesi masa depan yang mensyaratkan kemampuan Bahasa Inggris sebagai kompetensi dasar.


    Karena itu, Rismaida mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut terlibat dalam mendukung tumbuhnya generasi yang siap menghadapi dunia global.


    "Kami mengajak para orang tua untuk terus mendampingi dan memotivasi anak-anak belajar Bahasa Inggris sejak dini. Jangan takut memulai. Kemampuan bahasa tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui latihan dan pembiasaan yang terus menerus," pesannya.


    Bagi Kampung Inggris Prabumulih, perlombaan yang digelar setiap tahun bukan sekadar agenda rutin. Ia adalah investasi jangka panjang bagi masa depan kota ini.


    Sebab dari ruang-ruang lomba sederhana itulah, mungkin sedang tumbuh calon guru, diplomat, akademisi, peneliti, pengusaha, hingga pemimpin masa depan yang kelak membawa nama Prabumulih ke panggung yang lebih luas.


    Dan semuanya berawal dari satu keberanian sederhana: berani belajar dan berani berbicara.



    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama