• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Peserta KB Baru di Prabumulih Tembus 21 Ribu Akseptor

    01 Juni 2026, Juni 01, 2026 WIB Last Updated 2026-06-02T02:08:50Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID, PRABUMULIH
    – Kesadaran masyarakat Kota Prabumulih terhadap pentingnya perencanaan keluarga terus menunjukkan tren positif. Hal itu tercermin dari meningkatnya jumlah peserta baru Program Keluarga Berencana (KB) sepanjang tahun 2026.

    Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kota Prabumulih, hingga akhir April 2026 jumlah peserta KB baru telah mencapai 21.589 akseptor. Angka tersebut setara dengan 16,33 persen dari target peserta KB tahun 2026 yang ditetapkan sebanyak 133.636 akseptor.

    Kepala DPPKBPPPA Kota Prabumulih, Eti Agustina, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya program keluarga berencana dalam mewujudkan keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera.

    “Kesadaran masyarakat di Prabumulih terhadap pentingnya program KB terus bertambah. Ini menjadi hal positif bagi pembangunan keluarga yang lebih berkualitas,” ujar Eti Agustina.

    Menurutnya, program KB saat ini tidak lagi dipandang hanya sebagai upaya pengendalian jumlah penduduk, melainkan juga bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta perencanaan masa depan yang lebih baik.

    Eti menjelaskan, keluarga yang mampu merencanakan jumlah anak dan jarak kelahiran dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk memberikan pendidikan, kesehatan, dan perhatian yang optimal bagi setiap anggota keluarga.

    Dari berbagai metode kontrasepsi yang tersedia, KB suntik masih menjadi pilihan utama masyarakat. Hingga April 2026, jumlah pengguna KB suntik tercatat sebanyak 15.291 peserta dari target 52.474 akseptor atau telah mencapai sekitar 18,54 persen.

    “Tingginya minat terhadap metode suntik karena penggunaannya relatif praktis, mudah dijangkau, dan telah dikenal luas sebagai metode kontrasepsi yang efektif,” katanya.

    Selain KB suntik, metode pil juga masih diminati masyarakat. Tercatat sebanyak 5.347 peserta menggunakan pil KB dari target 33.690 akseptor atau mencapai 15,87 persen.

    Sementara itu, penggunaan kondom mencapai 1.654 peserta dari target 10.414 akseptor atau sekitar 15,88 persen.

    Di sisi lain, minat masyarakat terhadap metode kontrasepsi jangka panjang juga menunjukkan peningkatan. Untuk metode implant atau susuk KB, jumlah pengguna mencapai 6.859 peserta dari target 40.571 akseptor atau sekitar 16,91 persen.

    Sedangkan pengguna Intra Uterine Device (IUD) atau alat kontrasepsi dalam rahim tercatat sebanyak 4.644 peserta dari target 40.748 akseptor, dengan capaian 11,40 persen.

    Menurut Eti, meningkatnya penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang menunjukkan masyarakat semakin memahami efektivitas dan manfaat alat kontrasepsi yang dapat digunakan dalam jangka waktu lebih lama.

    “Ini menunjukkan masyarakat mulai mempertimbangkan pilihan kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan keluarga dan kondisi kesehatan masing-masing,” ujarnya.

    Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, DPPKBPPPA Kota Prabumulih terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya program keluarga berencana. Kegiatan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan fasilitas kesehatan, kader KB, penyuluh lapangan keluarga berencana, organisasi masyarakat, hingga berbagai instansi terkait.

    Menurut Eti, edukasi yang berkelanjutan sangat penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai manfaat program KB dan berbagai pilihan metode kontrasepsi yang tersedia.

    Selain membantu mengatur jarak kelahiran, program KB juga memiliki peran strategis dalam menekan risiko kesehatan ibu dan anak, mengurangi angka kematian ibu melahirkan, serta mendukung tumbuh kembang anak yang lebih optimal.

    Pemerintah Kota Prabumulih optimistis jumlah peserta KB baru akan terus meningkat hingga akhir tahun 2026. Meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga dinilai menjadi modal utama untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama