• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    POSMETRO.ID

    Iklan

    Kriminal

    BLK Komunitas Pagar Dewa Diduga Tak Sesuai Juknis Kemnaker, Renovasi Workshop Jadi Sorotan

    12 Juli 2026, Juli 12, 2026 WIB Last Updated 2026-07-12T12:31:23Z
    Masukkan scrip iklan disini


    Lantai bengkel las dipasang keramik, pengelola mengaku renovasi memakai dana pribadi.

    POSMETRO.ID | MUARAENIM – Bangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas bantuan Kementerian Ketenagakerjaan RI yang berada di Desa Pagar Dewa, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, menjadi sorotan. Selain diduga mengalami perubahan tanpa kejelasan mekanisme, kondisi bangunan juga memunculkan pertanyaan terkait penerapan standar keselamatan pada ruang praktik pengelasan.


    Hasil penelusuran Posmetro di lapangan menemukan adanya perubahan fisik pada gedung BLK. Salah satunya, lantai ruang praktik yang semula berupa semen kini telah dipasang keramik. Perubahan tersebut memicu kritik dari sejumlah warga yang mempertanyakan apakah renovasi telah mendapat persetujuan sesuai ketentuan pengelolaan aset bantuan pemerintah.


    Selain itu, muncul pula dugaan bahwa pemanfaatan gedung belum sepenuhnya mengacu pada ketentuan program BLK Komunitas yang mengatur mekanisme pengelolaan aset bantuan negara.


    Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala Pondok Pesantren, Ustaz Hasan, membenarkan adanya renovasi terhadap gedung BLK tersebut.


    "Benar, gedung itu kami perbaiki. Dulunya lantai masih semen, sekarang kami pasang keramik supaya lebih bagus dan lebih nyaman digunakan saat praktik mengelas," ujarnya.


    Ia menegaskan renovasi dilakukan menggunakan dana pribadi pesantren, bukan berasal dari anggaran pemerintah.


    "Renovasi ini memakai uang kas kami sendiri. Tidak ada niat menyalahi aturan ataupun melakukan korupsi. Bangunan sebelumnya tidak terawat, bahkan seperti gudang. Kami justru ingin membuatnya lebih layak agar anak-anak lebih semangat belajar," katanya.


    Namun, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredam kekhawatiran masyarakat. Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menilai perubahan lantai menjadi keramik justru berpotensi menimbulkan persoalan keselamatan kerja.


    "Kami mempertanyakan kenapa ruang praktik las dipasang keramik. Setahu kami, pekerjaan pengelasan memiliki risiko tinggi. Jangan sampai perubahan ini justru membahayakan peserta pelatihan," ujarnya.


    Berdasarkan praktik keselamatan dan kesehatan kerja (K3), area praktik pengelasan umumnya menggunakan lantai beton atau material industri yang tahan panas, benturan, dan tidak licin. Penggunaan keramik biasa dinilai kurang ideal karena berpotensi retak akibat benturan benda berat maupun percikan logam panas. 


    Meski demikian, hingga kini Posmetro belum memperoleh keterangan dari Kementerian Ketenagakerjaan maupun Dinas Ketenagakerjaan terkait apakah perubahan tersebut melanggar ketentuan teknis program BLK Komunitas. *Dhy

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama