• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    POSMETRO.ID

    Iklan

    Kriminal

    Pemkot Prabumulih Tinggalkan Fingerprint, Beralih ke Absensi Digital

    06 Juli 2026, Juli 06, 2026 WIB Last Updated 2026-07-16T09:02:08Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID, PRABUMULIH
    – Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih terus mempercepat transformasi digital di lingkungan birokrasi. Di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Arlan dan Wakil Wali Kota Franky Nasril S.Kom., M.M., Pemkot tengah mempersiapkan penerapan sistem absensi Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis aplikasi Android.


    Sistem baru tersebut nantinya akan diberlakukan bagi seluruh ASN di lingkungan Pemkot Prabumulih, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sebagai upaya meningkatkan disiplin sekaligus kualitas pelayanan publik.


    Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Prabumulih, Efran Santiaji ST, mengatakan persiapan implementasi telah dimulai melalui sosialisasi kepada seluruh perangkat daerah.


    Menurutnya, sosialisasi diikuti kepala subbagian kepegawaian dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB), hingga satuan pendidikan tingkat SD dan SMP.


    "Kami sudah mulai melakukan sosialisasi perubahan sistem absensi dari sebelumnya menggunakan face recognition dan fingerprint menjadi aplikasi berbasis Android. Sosialisasi juga diikuti sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP," ujar Efran.


    Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari modernisasi tata kelola pemerintahan agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel.


    Selain memudahkan pencatatan kehadiran pegawai, sistem digital juga diharapkan mampu meminimalkan potensi manipulasi absensi yang masih mungkin terjadi pada sistem konvensional.


    Salah satu keunggulan aplikasi tersebut adalah telah dilengkapi fitur Global Positioning System (GPS) yang mampu mendeteksi lokasi pegawai saat melakukan absensi.


    Dengan demikian, pemerintah dapat memastikan kehadiran pegawai dilakukan dari lokasi yang telah ditentukan sesuai ketentuan yang berlaku.


    "Melalui fitur GPS, lokasi pegawai saat melakukan absensi dapat diketahui sehingga proses pengawasan menjadi lebih akurat dan transparan," jelasnya.


    Tidak hanya digunakan untuk absensi di kantor, aplikasi tersebut juga dirancang mendukung berbagai pola kerja ASN, termasuk Work From Home (WFH), perjalanan dinas, hingga pengajuan izin tidak masuk kerja.


    "Absensi ini juga bisa digunakan untuk absensi WFH, saat pegawai melaksanakan perjalanan dinas, maupun ketika mengajukan izin tidak masuk kerja," tambah Efran.


    Menurutnya, seluruh data kehadiran akan terdokumentasi secara digital sehingga memudahkan pimpinan OPD melakukan pengawasan, evaluasi disiplin, maupun penilaian kinerja pegawai.


    Penerapan sistem absensi berbasis Android ini juga menjadi bagian dari transformasi digital yang terus didorong Pemerintah Kota Prabumulih untuk menciptakan birokrasi yang lebih modern, efisien, dan profesional.


    Selain menyederhanakan administrasi kepegawaian, digitalisasi diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap perangkat absensi fisik seperti mesin sidik jari maupun pemindai wajah yang selama ini digunakan.


    Pemkot Prabumulih optimistis penerapan sistem baru tersebut akan memperkuat budaya disiplin ASN, meningkatkan akuntabilitas aparatur, serta berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


    Dengan pengawasan berbasis teknologi yang lebih akurat, pemerintah berharap seluruh ASN dapat menjalankan tugas secara profesional sehingga mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik.

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama