PRABUMULIH, PP – Di duga Asphalt Making Plane (AMP) milik pengusaha PT Baniah Rahmad Utama (BRU) yang beralamatkan di RT.08 .RW 04 Kelurahan Gelumbang Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim dan mobil molen yang di gunakan untuk menyuplai minyak solar bersubsidi, bahan bakar , hal ini di ungkapkan seorang penampung BBM , bernama Her di desa Sukamenag Kecamatan Gelumbang , yang berlokasi tak jauh dari Pesantren Modern Al Manar .
Dari keterangan Her kepada wartawan Rabu (24/4) kemaren menjelaskan dia membeli minyak solar dari mobil tangki yang datang dari Palembang kemudian minyak tersebut dijual kepada pemilik PT.BRU , M.Tgh . Diapun mengaku kalau usahan ini dibekingi oleh oknum aparat kepolisian .” Kami ini pak sebagai pesuruh bae yang punyo duitnya orang dari Polda,” kata Her kepada wartawan
Pantauan Posmetro Prabu di lokasi penampungan, nampak dibelakang rumah Her terdapat gallon tedmond ukuran 500 liter serta beberapa buah drum untuk menampung solar dan premium illegal . Menurut informasi dari tetangga TSK mobil tangki itu masuk ke lokasi malam hari dan pagi hari sekitar pukul 9.00 WIB “ Mobil tengki itu biasonya bongkar minyak malam hari sekitar pukul 18.30 WIB atau pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB. Mobilnyo merk Pertamina nian pak warnonyo ada yang putih ado list hijau ,” ujar bapak paruh baya itu namun namanya minta tidak ditulis
Masih kata pria paruh baya itu, dia khawatir jika usaha ini terus menerus akan terus di biarkan tanpa ada tindakan dari aparat yang terkait maka jalan kabupaten yang sudah dikeraskan pakai batu itu akan hancur sebab mobil yang masuk ke lokasi mobil tangki ukuran 10000 liter jadi wajar kalau jalan sampai rusak. Selain itu akibat pencurian minyak tersebut membuat stock minyak solar bersubsidi jadi berkurang sehingga rakyat yang benar –benar membutuhkan BBM akan kecewa , sebab di SPBU cepat habis. (bmg/berbagai sumber)
Dari keterangan Her kepada wartawan Rabu (24/4) kemaren menjelaskan dia membeli minyak solar dari mobil tangki yang datang dari Palembang kemudian minyak tersebut dijual kepada pemilik PT.BRU , M.Tgh . Diapun mengaku kalau usahan ini dibekingi oleh oknum aparat kepolisian .” Kami ini pak sebagai pesuruh bae yang punyo duitnya orang dari Polda,” kata Her kepada wartawan
Pantauan Posmetro Prabu di lokasi penampungan, nampak dibelakang rumah Her terdapat gallon tedmond ukuran 500 liter serta beberapa buah drum untuk menampung solar dan premium illegal . Menurut informasi dari tetangga TSK mobil tangki itu masuk ke lokasi malam hari dan pagi hari sekitar pukul 9.00 WIB “ Mobil tengki itu biasonya bongkar minyak malam hari sekitar pukul 18.30 WIB atau pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB. Mobilnyo merk Pertamina nian pak warnonyo ada yang putih ado list hijau ,” ujar bapak paruh baya itu namun namanya minta tidak ditulis
Masih kata pria paruh baya itu, dia khawatir jika usaha ini terus menerus akan terus di biarkan tanpa ada tindakan dari aparat yang terkait maka jalan kabupaten yang sudah dikeraskan pakai batu itu akan hancur sebab mobil yang masuk ke lokasi mobil tangki ukuran 10000 liter jadi wajar kalau jalan sampai rusak. Selain itu akibat pencurian minyak tersebut membuat stock minyak solar bersubsidi jadi berkurang sehingga rakyat yang benar –benar membutuhkan BBM akan kecewa , sebab di SPBU cepat habis. (bmg/berbagai sumber)
