PASAR 1, PP- Dampak terus menurunnya harga karet beberapa minggu ini, membuat aksi
kriminalitas di wilayah hukum Polres Prabumulih kian meningkat.
Terbukti belum lama ini, salah satu rumah warga dirampok di siang
bolong, kini seorang petani karet asal Desa Sumber Mulia (Philips I)
Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, bernama Ali Muktar (57),
Senin (8/4/2013) pagi sekitar pukul 11.00 wib, menjadi korban keganasan
kawanan bandit gembos ban.
Akibatnya,
uang sebesar Rp75 juta yang ditaruh di dasbor depan mobil Kijang Inova
BG 2227 DK berwarna hitam miliknya, yang baru saja diambil dari Bank BCA
cabang Prabumulih, untuk digunakan memasukan anaknya ikut tes Secaba
TNI, raib dibawa kabur pelaku.
Peristiwa
perampokan itu terjadi begitu cepat. Padahal, disekitar lokasi korban
yang saat itu sedang mengganti ban dalam keadaan ramai. Korban
sedikitpun tidak mendengar suara pelaku membuka pintu depan mobil, untuk
mengambil uangnya. Kejadian yang terjadi di depan toko pelangi, Jalan
Jenderal Sudirman, Kelurahan Pasar I, Kecamatan Prabumulih Utara ini,
sempat membuat para pemilik toko dan tukang ojek yang biasa mangkal
didekat TKP, heboh.
Informasinya,
siang itu korban bersama anaknya Sudi Suharman (30), baru saja
mengambil uang di Bank BCA sebesar Rp75 juta. Keduanya lalu berencana
pulang, namun baru bejalan jarak 100 meter, ban mobil sebelah kiri
tiba-tiba terasa seperti bocor. Ali yang merasa ban mobil masih bisa
dijalankan, berencana mencari tukang tampal ban disekitar lokasi TKP.
Lantaran
tidak merasa dibuntuti, korban bersama anaknya langsung mengganti ban
mobil yang bocor. Setelah usai mengganti ban dan berencana untuk
pulang, korban pun masuk ke mobil. Namun, betapa terkejutnya korban
melihat uang yang tersimpan di dasbor depan mobil telah hilang. Korban
yang panik berusaha mencari tau, dengan menanyakan kepada orang
disekitar apakah melihat orang yang mencurigakan menghampiri mobilnya,
sewaktu korban sedang mengganti ban mobil yang bocor. Akan tetapi, para
saksi tidak ada yang mengetahuinya. Korban akhirnya melaporkan kejadian
itu ke Polsek Prabumulih Barat.
Korban
Ali Muktar, saat ditemui mengatakan, dirinya tidak tau kalau uang Rp75
juta yang baru saja diambil dari Bank BCA telah raib. Karena waktu itu,
dia bersama anaknya sibuk mengganti ban mobil yang bocor.
"Saya
tidak mendengar suara pintu mobil dibuka orang. Uang itu saya
sembunyikan di dasbor depan. Pas ketahuannya ketika saya selesai ganti
ban dan mau pulang, uang Rp75 juta yang saya sembunyikan telah hilang.
Uang itu untuk masuke anak aku yang nomor tigo jadi tentara, sekarang
dio ikut tes Secaba TNI," jelasnya didepan penyidik.
Kapolres
Prabumulih, AKBP Yerri Oskaq melalui Kapolsek Prabumulih Barat, AKP
Ahmad Yani didampingi Kanit Reskrim, Ipda Siswanto, ketika dikonfirmasi
membenarkan kejadian itu. "Kita sudah melakukan olah TKP dan menanyakan
para saksi yang kebetulan sedang berada di TKP. Uang yang dilaporkan
hilang sebesar Rp75 juta. Diduga korban jadi korban kawanan bandit
gembos ban. Hal ini dilihat bekas paku tembak masih menempel di ban
mobil sebelah kiri korban. Kasusnya masih dalam penyelidikan,"
tandasnya.(beri tanda/dn)