• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    POSMETRO.ID

    Iklan

    Kriminal

    Keluarga Korban Malpraktek RS.Bunda, ke Komnas HAM

    24 April 2013, April 24, 2013 WIB Last Updated 2013-04-24T12:02:39Z
    Masukkan scrip iklan disini
    PRABUMULIH, PP - Merasa tidak mendapat keadilan atas kasus dugaan malpraktek yang dilakukan oleh oknum dokter RS Ar. Bunda terhadap pasiennya Oktarina (28) hingga meninggal dunia, kini pihak keluarga korban berencana akan membawa kasus tersebut ke Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta. Hal ini mencuat karena langkah yang ditempuh meskipun telah mengadukan ke DPRD Kota Prabumulih hingga kini tidak mendapat tanggapan yang serius.

    "Kepalangan Adinda kami sudah tiada, kasus ini akan kita bawa ke Komnas HAM di Jakarta. Mudah-mudahan nantinya disana mendapatkan jawaban yang pasti sekaligus dapat membuktikan kebenaran atas penyebab kematian adinda kami Oktarina, ujar Herpan saudara Korban.

    Dikatakan, pihak RS. Bunda sendiri sejauh ini belum menunjukkan rasa simpati atau upaya pendekatan persuasif kendati pada perinsipnya kematian Oktarina disebabkan dugaan malpraktek yang dilakukan oleh oknum dokter rumah sakit dimana Oktarina pertama kali menjalani perawatan. Yang tidak masuk akal lagi, berdasarkan rekaman data perawatan yang ada pada kami, oknum dokter menyebut bahwa adik kami mengidap penyakit HIV. Dan sangat disayangkan lagi, jenis kelamin atas nama pasien sesungguhnya adalah perempuan namun, pada berkas pasien selama dalam perawatan adinda kami disebut berjenis kelamin laki-laki, tegasnya.

    Tudingan yang dialamatkan pada korban sungguh tidak beralasan karna kami tahu selama hidupnya korban orang baik-baik dan taat kepada agama. Penantian kita sudah terlalu lama dan mungkin inilah jalan satu-satunya yang akan kita tempuh. Jika masyarakat tidak bisa lagi mendapatkan keadilan di Negara ini biarlah Tuhan yang maha pengampun sebagai pengadil terakhir kepada mereka yang melakukan tindak kejahatan hingga mengakibatkan hilangnya nyawa manusia dengan sia-sia berkedok operasi bedah.

    Seperti diberitakan sebelumnya, tewasnya oktarina diakibatkan dugaan malpraktek oleh oknum dokter RS.Ar Bunda. Oktarina sebelumnya didiagnosa mengidap penyakit usus buntu dan harus dilakukan operasi. Sebelum dibawa ke RS.Bunda, pasien Oktarina hanya mengalami nyeri perut selama lebih kurang 1 minggu dan demam selama 3 hari di rumah.


    Oktarina dirawat inap di RS AR Bunda kurang lebih selama 8 hari tertanggal 14-21 Januari 2013 lalu. Dari catatan Dr Bujang yang merawat pasien ini disebutkan, sebelum diperbolehkan pulang pada tanggal 22 Januari 2013, pasien Oktarina sempat mengalami mual dan demam.

    “Bisa dilihat dari grafik kronologis yang dicatat oleh Dr Bujang sendiri disebutkan, pada tanggal 20 Januari korban sempat mengalami mual pada harinya, kemudian tidak ada keluhan lagi tapi malamnya panas lagi. Bahkan keesokkannya, sebelum pulang korban belum BAB sama sekali. PP/RED
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama