• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    POSMETRO.ID

    Iklan

    Kriminal

    Lagi, Rampok Tewas Ditembak

    23 April 2013, April 23, 2013 WIB Last Updated 2013-04-23T15:09:17Z
    Masukkan scrip iklan disini
    PRABUMULIH, PP--Rencana perampasan motor dengan kekerasan hingga melukai korbannya, yang direncanakan Tugiarto (28) bersama tiga temanya yakni Hamandri (28), Alpani (25) dan Santo (25) terpaksa dibatalkan. Pasalnya, gabungan aparat Satuan Reskrim Polres Prabumulih dan Polsek Prabumulih Timur, berhasil mengendus aksi kejahatan jalanan ini.

    Bahkan, Tugiarto warga desa Pangabuan kampung II Kecamatan Panukal Abab Kabupaten PALI ini, terpaksa ditembak mati karena berusaha menyerang petugas dengan menembakan senjata api rakitan kearah petugas. Tersangka Tugiarto tewas dengan enam luka tembak yakni tiga di dada, dua di perut dan satu ditangan kanan.

    Informasi yang dihimpun, penangkapan itu berlangsung kemarin (22/4) sekitar pukul 24.00 WIB, di Jalan Lingkar tepatnya di cafe Ninut Kecamatan Prabumulih Selatan. Ketika itu tersangka Tugiarto bersama tiga rekannya Hamandri, Alpani, Santo dari desa berencana melakukan perampasan motor di kota Prabumulih. Dengan mengendarai dua motor Yamaha Vega R, keempatnya berangkat pukul 20.30 dan tiba di Prabumulih pukul 21.30 WIB.

    Sesampai di Prabumulih, keempatnya lalu mengelilingi kota untuk mencari mangsa pengendara motor yang bisa dirampas. Namun, sebelum melakukan aksinya keempat tersangka mampir ke cafe Ninut dahulu untuk melakukan aksi kejahatannya. Rupanya, gerak-gerik keempat pelaku dicurigai anggota reskrim yang kebutulan sedang patroli. Melihat kejanggalan, petugas kemudian memeriksa Hamdani dan Alpani yang saat itu sedang berjaga diluar cafe untuk mengawasi keadaan sekitar. Saat digeledah petugas, keduanya ditemukan senjata tajam lalu keduanya ditahan.

    Nah, begitu petugas akan melakukan pemeriksaan ketubuh Tugiarto yang dengan gerak gerik mencurigakan. Sewaktu didekati tersangka Tugiarto berusaha melarikan diri. Parahnya, sambil berlari tersangka Tugiarto mengeluarkan senpi rakitan dan menembakan kearah petugas yang mengejar. Beruntung tembakan tersangka meleset dan nyaris mengenai petugas. Karena merasa nyawa petugas lainya terancam, tersangka Tugiarto pun dilumpuhkan dengan tembakan.
    Rupanya tembakan petugas tidak membuat tersangka tewas, malahan ingin menembak petugas dengan senpi yang masih dipegangnya. Petugas kemudian mengarahkan tembakan kearah dada sebanyak tiga buah butir peluru, dua timah panas di perut dan satu tembakan ditangan untuk melumpuhkan senpi yang dipegangnya. Akhirnya, tersangka Tugiarto tewas.

    Dari pengakuan tersangka lainya Hamdani dan Alpani ketika diperiksa penyidik mengatakan, kalau mereka telah sering merampas motor di kota Prabumulih terutama di Jalan Lingkar. Kedatangannya ke Prabumulih untuk malam itu hanya untuk merampas motor.

    "Kami la tiga kali merampas motor di Jalan Lingkar. Semua korban kami lukai kalau tidak nurut. Yang tewas itu benar teman saya, karena dia yang ngajak merampas motor. Senpi itu punyo Tugiarto dan kalau pisau itu punya kami berdua. Aku galak merampas motor ke Prabumulih karena butuh uang. Sebelum melakukan perampasan kami melakukan pertemuan dulu," jelas Hamandri, Selasa (23/4) diruang riksa Polsek Prabumulih Timur.

    Kapolres Prabumulih, AKBP Yerri Oskaq melalui Kapolsek Prabumulih Timur, Iptu Toni didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Riki membenarkan jika pihaknya menggagalkan upaya perampasan motor dengan tindak kekerasan. Selain itu, satu tersangka ditembak mati karena menyerang petugas dengan senpi rakitan.

    "Dua tersangka berhasil ditangkap dan satu melarikan diri. Dan satu yang tewas bernama Tugiarto dengan enam luka tembak. Barang bukti yang diamankan yakni, 1 senpi rakitan dengan 3 butir peluru, 2 pisau, 2 motor Vega R BG 5827 OI dan satunya tanpa plat motor atau bodong.  Terus jimat yang terdiri dari cincin, kain kapan, keris semar, kulit macan, milik kompoltan tersebut.  PP/AND
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama