• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    POSMETRO.ID

    Iklan

    Kriminal

    Kerugian Korban Sumur Blowout Hanya Dihargai Rp. 250 Ribu

    13 April 2013, April 13, 2013 WIB Last Updated 2013-04-13T16:19:59Z
    Masukkan scrip iklan disini
    PRABUMULIH, PP - Ironis memang. Namun inilah kenyataan pahit yang harus ditelan. Kerugian warga korban semburan gas selama dua minggu pasca peristiwa blowout (31/03) sumur 025 Talang Jimar di Kelurahan Sukaraja Kota Prabumulih hanya dihargai uang senilai Rp.250 ribu. Akibat Peristiwa ini, Ratusan warga di dua Kelurahan yakni Kelurahan Sukaraja dan Majasari harus menanggung derita yang tak kunjung selesai. 

    Bukan hanya dilarang beraktifitas, bagi yang termasuk radius 300 meter, tapi juga harus menderita kebisingan suara yang dihasilkan dari meledaknya sumur minyak ini. Saat ini, bagi warga yang termasuk dalam radius 300 meter dan 500 meter, dari titik sumur minyak, mendapat kompensasi kebisingan sebesar Rp.250 ribu. 

    Ironisnya penetapan uang ganti rugi kebisingan ini hanya berdasarkan kesepakatan bersama tim penanggulangan bersama yang dibentuk oleh Pemkot Prabumulih dan PT Pertamina EP Asset 2 tanpa melibatkan perwakilan warga yang dirugikan. Alhasil, banyak warga yang meradang dengan kesepakatan yang tidak pro terhadap penderitaan warga.

    “Iyo dek, kami dapet duit ganti rugi kebisingan sebesar 250 ribu rupiah, sebenernyo kami meraso duit sebesak itu, belum cukup. Tapi kareno kesepakatan dengan warga lainnyo, dan jugo lurah Sukarajo idak ngajuke keberatan, kami melok be,”ujar warga Sukaraja, yang tak mau disebut namanya, saat ditemui saat menerima nasi bungkus untuk makan siang, (14/4) di Posko Sukaraja di Komplek Pemadam Kebakaran PT Pertamina EP Bakaran Prabumulih. 

    Ia menyatakan, tak dapat berbuat banyak, karena jumlah warga Sukaraja yang termasuk radius hingga 500 meter hanya berjumlah 19 KK, jauh lebih banyak warga Majasari.

    ”Suara bising ini, kalu siang idak tedenger nian, tapi kalu la masok malem, tedenger jelas nian bisingnyo,” jelasnya menambahkan. 

    Ditanya soal kesediaan pasokan makanan, ia menyatakan fihak PT Pertamina tak pernah telat menyampaikan konsumsi berupa nasi bungkus untuk makan siang dan makan malam serta untuk sarapan pagi. Sementara itu, warga Sukaraja lainnya yang tak mau disebut namanya, menyatakan agar fihak Pertamina memperluas radius wilayah yang mendapat bantuan. 

    “Kami ni wargo Sukaraja, yang teraso jugo dampaknya, walaupun menurut Pertamina, radiusnyo idak temasuk yang dapet bantuan, tapi kami minta wargo kami ni jugo diperhatike,”tuturnya. 

    Menurut keterangan dari fihak PT Pertamina EP Asset 2 melalui staf Humas, Ely Chandra Peranginangin, melalui pesan singkatnya menyatakan akan menampung keinginan masyarakat, agar radius diperluas hingga satu kilometer dari titik sumur yang meledak dan penetapan radius ini berdasarkan kesepakatan dengan Pemerintah Kota Prabumulih. 

    “Dasar radius yang digunakan adalah hasil keputusan tim penanggulangan yang dibentuk berdasarkan SK Walikota Prabumulih, namun masukan-masukan dari masyarakat, akan menjadi masukan bagi tim,” jelas Ely Chandra dalam pesan singkat kepada media ini. (bmg)
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama