• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    POSMETRO.ID

    Iklan

    Kriminal

    Ketika Pro Kontra Warnai Tambang Batubara

    21 April 2013, April 21, 2013 WIB Last Updated 2013-04-21T09:22:41Z
    Masukkan scrip iklan disini
    PRABUMULIH, PP - Batubara sebagai kekayaan yang tersimpan di perut bumi Nusantara jelas telah membuat kaya raya banyak anak bangsa, baik itu pengusaha berkewarganegaraan Indonesia, maupun pengusaha asing. Tak bisa dipungkiri bahwa upaya itu juga mengisi pundi-pundi negara, lewat pajak, royalti, bagi hasil, dan sebagainya, itu pasti. Dan sudah sewajarnya. Namun tetap memiliki pandangan bahwa eksploitasi batubara itu masih timpang, dalam arti lebih banyak menguntungkan pelakunya ketimbang negara.

    Sementara batubara adalah kekayaan yang terkandung dalam perut bumi dan seharusnya dianggap mempunyai dampak besar bagi hajat hidup rakyat banyak. Sama seperti minyak dan gas bumi. Bedanya, kontribusi migas pada APBN sangat jelas. Dan jauh lebih besar daripada batubara yang sama-sama produsen energi. BP Migas tiap tahunnya berkontribusi sebanyak Rp 250 triliun ke negara. Pertamina tahun lalu bayar dividen Rp 25 triliun ke pemerintah. Bahkan BPH Migas yang urusannya usaha hilir itu bisa menyumbang Rp Rp. 1 triliun. Lantas bagaimana dengan batubara?

    Ini sesungguhnya yang jadi permasalahan. jika diizinkan menilik kebelakang, Banyak sudah manusia yang masuk dalam daftar orang terkaya sejagat dari hasil batubara. Dari 17 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes, lima orang diantaranya tercatat memperoleh sebagian besar kekayaannya dari batubara. Ironisnya, Tak ada negara lain di Asia Tenggara yang punya miliarder dengan sumber kekayaan batubara.

    Ke lima orang kaya dari bisnis batubara tersebut adalah, Low Tuck Kwong (63) dengan harta US$ 3,6 miliar (sekitar Rp 34 triliun). Selanjutnya, Kiki Barki (71) dengan total kekayaan sebesar US$ 1,7 miliar (Rp 16 triliun). Lalu, Edwin Soeryadjaya (63) dengan net asset value US$ 1,4 miliar (Rp 13,3 triliun). Berikutnya ada Garibaldi Thohir (46) sebagai Presdir. Kakak dari pebisnis media Erick Thohir ini punya andil sekitar 15% di Adaro dan diperkirakan punya kekayaan US$ 1,2 miliar (Rp 11,4 triliun). Aburizal Bakrie (65) mengandalkan sebagian kekayaan dari produsen batubara Bumi Resources yang dijalankan oleh adiknya, Nirwan Dermawan Bakrie. Bos Partai Golkar yang diperkirakan bakal maju sebagai Capres pada 2014 ini diperkirakan punya asset US$ 890 juta (Rp 8,5 triliun). Fantastis bukan?

    Kendati telah banyak orang yang dibuat kaya oleh Batubara, tidak sedikit pula masyarakat yang dibuat susah olehnya. Seperti kutipan pemberitaan diatas, kontribusi ke negara dari hasil tambang batubara juga kurang jelas, apalagi ke masyarakat. Untungnya hanya mengalir ke segelintir orang, namun efek sampingnya mengalir kemana-mana. Susah dijalan, bising dan debu sudah pasti serta makin meningkatnya kecelakaan lalu lintas oleh kenderaan pengangkut yang bersiliweran di Jalan.

    Parahnya lagi, puluhan dan bahkan ratusan aktivis LSM di Sumsel yang sebelumnya menolak keras Angkutan batubara melintas di jalan umum hingga pernah menyebut Tolak Batubara harga mati, eh kini malah mendukung seratus persen untuk melintas di jalan umum. Bahkan ada beberapa LSM yang dengan tegas mengaku sebagai beking angkutan Batubara untuk bisa melintasi jalan umum menuju Palembang.

    LSM Persada Nusantara misalnya, melalui ketuanya Syamsidi Zainal Arifin dan Sekretarisnya, Nurcholis, SE kepada wartawan mengatakan, bahwa sesuai dengan aturan yang berlaku yakni UU Pertambangan No. 4 tahun 2009 tentang pertambangan harus melalui jalan khusus, Perda Provinsi Sumsel No. 5 tahun 2011 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara harus melalui jalan khusus dan Peraturan Gubernur Sumsel No. 23 tahun 2012 tentang tata cara pengangkutan batubara melalui jalan umum, bahwa saat ini penegakan aturan itu tidak benar-benar terealisasi di lapangan.

    Sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang tidak mendukung aksi penghentian truk batubara, LSM Persada Nusantara dalam waktu dekat akan menjalankan aksi ‘membekingi’ sebanyak 50 unit truk batubara tujuan Kota Palembang. "Kita lihat buktinya angkutan truk batubara melalui jalan umum dari Lahat menuju Lampung masih terus berlanjut. Ini seolah hanya taktik strategi saja, dilarang ke Palembang, tetapi diperbolehkan ke Lampung," ungkap Arifin, Jumat (19/4/2013).

    Sebagai bentuk kekecewaan terhadap penegakan aturan di Sumatera Selatan yang seperti dipermainkan ini, pihaknya dalam waktu dekat ini akan menggelar aksi ‘mendukung’ angkutan truk batubara menuju ke Kota Palembang.

    "Kita tetap meminta agar aturan yang telah diberlakukan mengenai usaha pertambangan mineral dan batubara harus melewati jalan khusus tetap benar-benar dilaksanakan," paparnya. Redaksi
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama