KOMPERTA, PP - Upaya memadamkan semburan gas blowout melalui simaulasi Dynamic Killing yang dilakukan Pertamina kamis Kemarin (04/04) tengah mendapatkan titik terang. Pertamina EP dalam konfirmasinya melalui surat email yang diterima Posmetro Prabu mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan hasilpositif dari proses simulasi Dynamic Killing di sumur TLJ-25 INF Kelurahan Sukaraja Kota Prabumulih.
Berdasarkan kegiatan simulasi yang dilakukan sejak Rabu (3/4) tersebut didapatkan hasil Specific Gravity (SG) lumpur 1,9. Hasil ini akan ditindak lanjuti untuk injeksi lumpur berat pada tahap Dynamic Killing. Saat ini, Jum’at (5/4), Tim OPKD Pertamina EP Aset 2 Prabumulih memasuki tahap persiapan untuk pelaksanaan Dynamic Killing yang rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu (6/4).
Dalam proses ini, tim Organisasi Penanggulangan Keadaan Darurat (OPKD) Pertamina EP melakukan pemantauan perkembangan simulasi rate untuk sirkulasi dan mempersiapkan langkah lanjutan berupa pencampuran lumpur berat hingga mencapai volume sebanyak 3.000 barel.
Tidak lupa, GM Asset 2 Pertamina EP Tubagus Nasiruddin menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan warga yang berada di sekitarlokasi sumur TLJ 25,
“Kami menyampaikanpermohonanmaafatasketidaknyamananwarga di sekitarlokasi TLJ 25, kami juga mengucapkan terimakasih atas dukungan moril dari Pemerintah Kota, aparat dan muspida yang membantu kegiatan penanganan ini” ujar Tubagus Nasiruddin.
Lebihlanjut, untuk menanggulangi kondisi sosial bagi warga terdampak, Pertamina EP bersama Pemerintah Kota Prabumulih, Aparat dan Muspida membentuk tim terpadu yang diperkuat dengan SK dari Walikota untuk melakukan inventori dan pendataan atas kerugian yang dirasakan oleh wargaakibat kejadian ini, kerja tim meliputi penanganan saat dan pasca kejadian.
Pertamina EP Asset 2 Field Prabumulih menyediakan tempat penampungan warga di lima titik yang tersebar di Gedung Patra Ria, Gedung Bina Ria 1, Gedung Bina Ria 2, LapanganTenis 1 dan Lapangan Tenis 2 Komplek Pertamina Prabumulih, serta disediakan juga posko di lingkungan warga yang terletak di radius aman.
Saatini, kondisiwarga yang berada di lokasi pengungsian terpantau dalam keadaan sehat.
Sedangkan untuk anak – anak dengan usia sekolah, disediakan posko belajar di Gedung Diklat Asset 2 HR, dan dilakukan bimbingan belajar oleh tim dari Balai Bina Mandiri yang merupakan binaan Pertamina EP serta pemutaran layar tancap untuk menghibur warga di posko – posko warga. (PEP/PP-RED)
Berita Terkait :
- Hentikan Semburan, Pertamina Lakukan Simulasi Dinamic Killing
- Korban Semburan Gas Mulai Terserang Penyakit Kulit
- Perlahan Tapi Pasti, Lumpur Blowot Mulai Aliri Sungai di Prabumulih
- Dewan Desak Pertamina Lebih Serius Tangani Korban Semburan Gas
- Blowout Sumur Pertamina Prabumulih Dalam Gambar
- Tak Mau Kalah, Pertamina Sebut Blowout Akibat Faktor Alam
- Ridho Yahya Kunjungi Korban Semburan Gas Pertamina
- Sumur Blowout, Pertamina Pastikan Bertanggungjawab
- Sumur Pertamina Prabumulih Blow Out, Ribuan Warga Dievakuasi
- Limbah Minyak PT.Gold Water Cemari Lingkungan
Sedangkan untuk anak – anak dengan usia sekolah, disediakan posko belajar di Gedung Diklat Asset 2 HR, dan dilakukan bimbingan belajar oleh tim dari Balai Bina Mandiri yang merupakan binaan Pertamina EP serta pemutaran layar tancap untuk menghibur warga di posko – posko warga. (PEP/PP-RED)
Berita Terkait :
- Hentikan Semburan, Pertamina Lakukan Simulasi Dinamic Killing
- Korban Semburan Gas Mulai Terserang Penyakit Kulit
- Perlahan Tapi Pasti, Lumpur Blowot Mulai Aliri Sungai di Prabumulih
- Dewan Desak Pertamina Lebih Serius Tangani Korban Semburan Gas
- Blowout Sumur Pertamina Prabumulih Dalam Gambar
- Tak Mau Kalah, Pertamina Sebut Blowout Akibat Faktor Alam
- Ridho Yahya Kunjungi Korban Semburan Gas Pertamina
- Sumur Blowout, Pertamina Pastikan Bertanggungjawab
- Sumur Pertamina Prabumulih Blow Out, Ribuan Warga Dievakuasi
- Limbah Minyak PT.Gold Water Cemari Lingkungan