SUDIRMAN, PP - Pembagian uang transport para tenaga honorer guru dan Tata Usaha pada triwulan Pertama (TW1) seringkali terlambat. Seperti awal tahun ini, uang transport yang dirapel untuk bulan januari hingga maret baru bisa dibagikan pada pertengahan bulan mei.
Sehingga sebanyak 1. 758 orang penerima uang transport dari PAUD, TK, SD,SMP SLB dan SMA serta SMK harus bersabar menunggu dana tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Prabumulih melalui Kasubag Keuangan Disdik Prabumulih, Indratno yang didampingi Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan Baity, mengatakan keterlambatan tersebut dikarenakan pengelolaan data.
"Ada sedikit masalah pada kebenaran pendataan yang agak rumit, diantaranya seperti ada nama guru yang double namun tidak mau melapor,itu harus diperbaiki, jika menunggu laporan dari guru maka akan lebih lama lagi," Ujarnya.
Lebih jauh Indratno mengatakan perbaikan data tenaga honorer guru dan tata usah diperbaiki setiap tahun,sehingga mempengaruhi transport TW1, sedangkan TW 2 mudah-mudahan tidak akan terlambat lagi. "Perubahan data dan nama double juga disebabkan karena tenaganya selalu pindah pindah, untuk itu kita berharap agar tenaga honorer tidak sering pindah, kalau memang harus pindah, maka tunggula pada akhir tahun,"himbaunya.
Sementara Ida, salah seorang penerima transport terlihat sangat gembira, meski rela ngantri. "Kan banyak guru yang ngantri, jadi dateng pagi pagi biar dapet nomor antri diawal," tuturnya.
Diketahui tahun ini penerima uang transport sebanyak 1.758 orang dengan klasifikasi SD sebanyak 683, SMP 330, SMA/SMKN 342 orang, TK 144, PAUD 216, Disdik 27, UPTD 11 orang dan SLB sebanyak 5 orang, dengan jumlah uang yang diterima Rp750 untuk 3 bulan, alias Rp250 perbulan.(bmg/ek/pp)
Sehingga sebanyak 1. 758 orang penerima uang transport dari PAUD, TK, SD,SMP SLB dan SMA serta SMK harus bersabar menunggu dana tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Prabumulih melalui Kasubag Keuangan Disdik Prabumulih, Indratno yang didampingi Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan Baity, mengatakan keterlambatan tersebut dikarenakan pengelolaan data.
"Ada sedikit masalah pada kebenaran pendataan yang agak rumit, diantaranya seperti ada nama guru yang double namun tidak mau melapor,itu harus diperbaiki, jika menunggu laporan dari guru maka akan lebih lama lagi," Ujarnya.
Lebih jauh Indratno mengatakan perbaikan data tenaga honorer guru dan tata usah diperbaiki setiap tahun,sehingga mempengaruhi transport TW1, sedangkan TW 2 mudah-mudahan tidak akan terlambat lagi. "Perubahan data dan nama double juga disebabkan karena tenaganya selalu pindah pindah, untuk itu kita berharap agar tenaga honorer tidak sering pindah, kalau memang harus pindah, maka tunggula pada akhir tahun,"himbaunya.
Sementara Ida, salah seorang penerima transport terlihat sangat gembira, meski rela ngantri. "Kan banyak guru yang ngantri, jadi dateng pagi pagi biar dapet nomor antri diawal," tuturnya.
Diketahui tahun ini penerima uang transport sebanyak 1.758 orang dengan klasifikasi SD sebanyak 683, SMP 330, SMA/SMKN 342 orang, TK 144, PAUD 216, Disdik 27, UPTD 11 orang dan SLB sebanyak 5 orang, dengan jumlah uang yang diterima Rp750 untuk 3 bulan, alias Rp250 perbulan.(bmg/ek/pp)